Jokowi Targetkan 2018 Akan Ada 1850 Kilometer Jalan Tol

Jum'at, 13 Oktober 2017, 19:00:00 WIB - Peristiwa

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan), Menteri PUPR M. Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri) dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (ketiga kanan) meninjau gerbang tol Palembang saat peresmian jalan tol Sumatra ruas Palembang-Indralaya (Palindra).(ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menargetkan, sebanyak 1.850 kilometer (km) jalan tol akan selesai di tahun 2018. Pengerjaan jalan tol se-Indonesia saat iini tengah dikebut agar memenuhi target tersebut.

'Iya, hitungan kita kira-kira 1.850 km selesai. Karena sampai akhir tahun ini kira-kira 580 km selesai,' kata Jokowi usai meresmikan Tol Palembang-Indralaya, Sumatera Selatan, Kamis (12/10) kemarin.

Menurut Jokowi, dirinya sengaja memang langsung melakukan pengecekan ke proyek-proyek jalan tol se-Indonesia. Dengan demikian proses pengerjaan jalan tol tersebur bisa terpantau dan cepat diselesaikan.

'Kenapa tol ini (Palembang-Indralaya) saya datangi? Ini sudah 4 kali, karena di sini konstruksinya khusus, biayanya dibanding dengan tol yang lain hampir 1,5 kali lipat karena harus nguruk 7 meter, nyedot air karena ini rawa-rawa. Jadi ini konstruksinya sudah selesai. Saya mau melihat fisik jadinya seperti apa. Seperti fisik tol yang lain. Saya kira lebih bagus,' jelas Jokowi.



Jokowi tak membantah adanya sejumlah perlambatan di beberapa proyek jalan. Beberapa proyek itui terhambat karena persoalan seperti pembebasan lahan.

'Setiap ruas pasti ada persoalan-persoalan. Misalnya, pembebasan lahan hanya 1,2,3 bidang lahan,' katanya.

Jokowi mengatakan, dengan hadirnya sejumlah jalan tol baik di Sumatera maupun Jawa, akan memperkuat pondasi Indonesia untuk bersaing dengan negara lain.

'Artinya apa? Global competitiveness index kita pasti lebih baik karena mobilitas barang dan orang pasti akan lebih cepat, akhirnya apa biaya transportasi barang lebih rendah, akhirnya lagi harga barang akan turun. Tapi ini memerlukan waktu, karena memang belum selesai semuanya,' jelas Jokowi. (dtc/rm)

Komentar