Pemerintah Tegaskan Tak Intervensi Munaslub Golkar

Rabu, 06 Desember 2017, 16:01:37 WIB - Peristiwa

Politisi Partai Golkar Airlangga Hartanto (kedua kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komarudin (kedua kanan), disaksikan Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng (kiri) dan Dewan Pembina SOKSI Bobby Suhardiman (kanan) usai menyampaikan pernyataan sikap politik dan dukungan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di Jakarta, Senin (4/12).(ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan pemerintah termasuk presuden tak mengintervensi rencana Munaslub Partai Golkar yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Menurut JK, presiden hanya berkeinginan agar Golkar tetap solid.

'Presiden tak mengintervensi. Presiden mendorong agar Golkar tetap solid iya, sebab solidnya parpol, itu menjadi pertanda demokrasi pada negara berjalan,' tegas JK menirukan presiden, di kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Pihaknya juga tak akan mencampuri proses internal Golkar dalam menentukan pemimpinnya yang baru. Hal itu terkait wacana apakah sebaiknya Airlangga Hartarto terpilih secara aklamasi di Munaslub atau tidak. Airlangga diketahui memang mendapat banyak dukungan di internal untuk menggantikan Setya Novanto dari posisi ketum.

'Ya itu proses internal lah nanti,' tutur JK.



Seperti diketahui Novanto saat ini telah ditahan KPK setelah menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. Kasusnya bahkan akan segara disidangkan.

Ketua Forum Silaturahmi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Ridwan Bae sebelumnya mengatakan saat ini pihaknya menunggu inisiatif Setya Novanto untuk mundur dari jabatan sebagai ketua umum. Ridwan juga meyakini bahwa Airlangga bisa terpilih secara aklamasi sebagai Ketum Golkar untuk menggantikan Novanto.

'Kalau ingin mundur itu hak dia (Novanto). Justru jadi harapan kita semua,' tutur Ridwan di gedung DPR RI, Selasa (5/12). (dtc/rm)

Komentar