Korsel Berminat Danai LRT Velodrome - Dukuh Atas

Kamis, 09 November 2017, 16:00:30 WIB - Peristiwa

Alat berat mengeruk tanah di area proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Cawang di kawasan Kampung Makasar, Jakarta, Rabu (1/11). Salah satu proyek LRT yang dikembangkan pemerintah pusat di luar LRT yang dikembangkan Pemda DKI. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Perusahaan BUMN asal Korea Selatan, Korea Rail Network Authority melirik proyek infrastruktur kereta ringan light rail train (LRT) Jakarta Fase II (rute Velodrome-Dukuh Atas) sepanjang 9 km. Bahkan Korea Rail Network Authority siap menggelontorkan dana sebesar US$500 juta atau Rp6,75 triliun (kurs Rp 13.500)

Pemerintah Pemda DKI tengah getol membangun infrastruktur kereta ringan light rail train (LRT) Jakarta Fase I atau rute Kelapa Gading-Velodrome. Pembangunan dilakukan oleh BUMD DKI Jakarta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan kontraktor, Wijaya Karya (WIKA).

Proses pekerjaan pengerjaan yang tengah dilakukan adalah pembangunan lintasan fase I.
Sembari berjalannya fase I, saat ini tengah disiapkan pembangunan fase II dengan rute Velodrome-Dukuh Atas yang panjangnya mencapai 9 km. Sebelum proyek tersebut berjala pemda telah mengantongi komitmen pembiayaan dari Korea Rail Network Authority, BUMN milik pemerintah Korea Selatan itu telah menandatangani nota kesepahaman terkait proyek LRT.

Dirut PT Jakpro Satya Heragandhi mengatakan Korea Rail Network Authority akan menggelontorkan dana sebesar US$ 500 juta atau Rp 6,75 triliun (kurs Rp 13.500/US$) untuk pembangunan Fase II.



'Jakpro akan mengkaji skema public private partnership (PPP) dengan menggandeng mitra KRNA,' ujar Satya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/11).

Menurut Satya, kerja sama pendanaan dengan Korea Rail Network Authority akan mengurangi beban biaya yang harus ditanggung Pemprov DKI Jakarta. Kerja sama ini, lanjut dia, merupakan lanjutan dari kerja sama sebelumnya.

Sebelumnya, Korea Rail Network Authority membantu PT Jakpro dalam feasibility study untuk penyempurnaan trase seluruh koridor LRT di DKI Jakarta.

'Penyempurnaan seluruh koridor dengan panjang sekitar 116 km sudah ditetapkan dalam Keputusan Gubernur No.1859 tahun 2015 dan dengan adanya pendanaan Korea ini akan membantu meringankan beban APBD,' ujar Satya.

Selain kerja sama soal anggaran, Korea Rail Network Authority, menurutnya, juga akan memberikan pendidikan dan pelatihan gratis untuk operasional dan perawatan prasarana, serta sarana LRT Jakarta.

'MoU ini juga merupakan bentuk komitmen antara Jakpro dan Korea Rail Network Authority dalam melaksanakan kerja sama lebih lanjut terkait proyek LRT Jakarta,' tambahnya. (dtc/rm)

Komentar