Respons Desakan RI, Myanmar Akan Segera Repatriasi Pengungsi Rohingya

Selasa, 14 November 2017, 14:45:00 WIB - Peristiwa

Konselor Negara dan Menteri Luar Negeri Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri KTT ASEAN-Korea disela-sela KTT ASEAN ke-31 di Philippine International Convention Center (PICC) di Manila, Filipina, Senin (13/11). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Merespon pernyataan Presiden Joko Widodo yang mendesak segera diselesaikannya konflik Rakhine State pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-31 ASEAN, di Manila, Filipina, pemimpin atau State Conseulor Myanmar Ang San Suu Kyi menyatakan akan segera melakukan repatriasi terhadap pengungsi Rakhine yang kini tersebar di sejumlah negara.

"Ada tiga poin yang disampaikan Suu Kyi, termasuk diantaranya mengenai kesiapan Myanmar melaksanakan repatriasi pengungsi Rakhine segera setelah MoU dengan pemerintah Bangladesh ditandatangani," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangan pers di Hotel Diamond, Manila, Filipina, Selasa (14/11) pagi.

Menurut Menlu Retno, Presiden Jokowi adalah pemimpin ASEAN pertama yang menyampaikan isu soal penyelesaian Rakhine State, baik pada saat KTT ASEAN maupun saat bertemu dengan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guitteres, kemarin.

Presiden Jokowi, saat itu menekankan agar negara-negara ASEAN bergerak lebih cepat dan maju dalam menyelesaikan masalah Rakhine State. Sebab, jika berlarut-larut masalah ini berpotensi menimbulkan masalah radikalisasi dan perdagangan manusia.



Menlu Retno mengemukakan, dalam forum leaders meeting ASEAN, State Counselor Myanmar Ang San Suu Kyi akhirnya memberikan 3 (tiga) penekanan menanggapi pernyataan Presiden Jokowi dan para pemimpin ASEAN lainnya.

Menurut Suu Kyi ‎implementasi inisiatif mantan Sekjen PBB Kofi Anan sudah mulai dijalankan oleh Komite Khusus yang diketuai oleh Menteri Sosial Myanmar.

Terkait masalah humanitarian acces, Suu Kyi menyampaikan apresiasi kepada negara-negara anggota ASEAN yang sudah memberikan bantuan dan juga kepada AHA Center.

Suu Kyi mengatakan, dalam beberapa minggu ke depan akan ada call lagi untuk bantuan, terutama bantuan yang sifatnya lebih jangka menengah dan panjang.

"Jadi, kita akan tunggu permintaan Myanmar, kebutuhan apa untuk membangun Rakhine, ujar Menlu, seperti dikutip setkab.go.id.

Sedang ketiga, ‎mengenai orang-orang yang akan kembali ke Myanmar, Suu Kyi mengatakan, mengenai pentingnya segera diselesaikan MoU repatriasi dengan Bangladesh.

Pemerintah Myanmar juga berjanji dalam waktu 3 minggu setelah MoU ditandatangani, kesepakatan itu akan segera diimplementasikan.

Menlu Retno Marsudi menyatakan bahwa Indonesia akan mencoba untuk berkomunikasi terus, baik dengan Bangladesh dan pihak-pihak yang lain, agar draf MoU ini bisa segera diselesaikan.

Disebutkan Menlu bahwa draft MoU itu saat ini sudah berada di Bangladesh, dan‎ menurut dia, pihaknya sudah berbicara dengan menteri negara di Bangladesh yang mengurus masalah ini. (rm)

Komentar