JAKARTA, GRESNEWS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya membatalkan rencana uji coba pembatasan sepeda motor yang sediannya dilakukan pada 12 September mendatang. Alasan pembatalan kerena pemprov menyadari saat ini ketersediaan infrastruktur yang ada belum siap.

Selain masalah kesiapan infrastruktur pendukung itu, menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah mengaku mendapat usulan dari berbagai pihak soal pemberlakuan larangan motor tersebut.

"Setelah kita lakukan pengkajian, konsultasi, terus juga arahan baik dari Wantimpres, dari anggota DPRD kemarin dan arahan Gubernur, kita ramu, untuk saat ini pelaksanaan pembatasan belum bisa kita laksanakan," ujar Andri usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Kamis (7/9).

Andri mengungkapkan alasan yang mendasar pembatalan kebijakan tersebut, karena saat ini pembangunan masih banyak dilakukan di sekitar Jalan Sudirman hingga Thamrin. Pemprov DKI, menurut Andri, akan mempertimbangkan pemberlakuan pelarangan sepeda motor bila semua infrastruktur telah siap.

Sebelumnya,pemprov DKI merencanakan melakukan pembatasan sepeda motor terutama terhadap ruas Jl Jenderal Sudirman hingga Jl MH Thamrin mulai 12 September. Pengendara sepeda motor akan dilarang melewati ruas tersebut pada pukul 06.00-22.00 WIB.

Namun sejumlah  warga dan tokoh-tokoh masyarakat menentang kebijakan tersebut. Mereka menolak dengan alasan pembatasan motor merupakan langkah diskriminatif. Bahkan kebijakan ini dianggap tidak didasari dengan kajian atau penelitian.(dtc/rm)