Anggota DPR Usul Pembentukan Tim Pencari Fakta Kasus Penyaderaan Papua

Rabu, 15 November 2017, 14:17:13 WIB - Peristiwa

Sejumlah anggota Satuan Brimob Batalyon B Pelopor Polda Papua menandu peti yang berisi jenazah Briptu Berry Permana Putra, di Markas Komando Satuan Brimob Batalyon B Pelopor, Mimika, Papua, Senin (23/10). Briptu Berry Permana Putra tewas tertembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat baku tembak di Kalibua, Kampung Utikini, Distrik Tembagapura, Minggu (22/10). (ANTARA)

JAKARTA,GRESNEWS.COM - Sejumlah anggota DPR mendesak dibentuknya tim pecari fakta (TPF) untuk menuntaskan kasus penyanderaan terhadap ratusan warga papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Apa yang kita lihat di media, di Papua bagian negara Republik Indonesia kita dengar ada kelompok entah separatis atau teroris, mereka memiliki senjata ilegal kemudian menyandera warga. Itu tidak bisa dibiarkan dan dianggap remeh. Untuk itu melalui Pimpinan DPR, mohon selamatkan bagian dari NKRI ini dari kelompok-kelompok separatis teroris dan sejenisnya yang memiliki senjata ilegal itu," ujar Anggota Komisi Pertahanan DPR dari F-PKS Jazuli Juwaini, yang melukan interupsi saat Paripurna Pembukaan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/11).

Ia juga mendesak kepada pimpinan DPR untuk menyampaikan aspirasi menyelamatkan warga yang disandera tersebut.

Bahkan tak hanya melakukan penyanderaan beberapa kali kelompok KKB ini juga mengadakan kontak senjata dengan aparat setempat. Dilaporkan dua personel Brimob gugur akibat serangan kelompok ini. Menyikapi hal itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku masih akan mengatasi masalah KKB ini dengan cara persuasif.




"Kita masih jalan persuasif ya. Tapi mengenai (langkah) teknis lain, tidak bisa disampaikan kepada publik karena pasti akan didengar mereka (KKB) juga," ujar Tito usai membuka Forum Polisi Lalu Lintas se-ASEAN di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (15/11). (dtc/rm)

Komentar