PPATK Ungkap Dana Jemaah First Travel untuk Memborong Aset

Minggu, 20 Agustus 2017, 14:00:14 WIB - Peristiwa

Calon jemaah umrah mendatangi kantor pengelola biro jasa umrah First Travel di Cisalak, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/8). (ANTARA)

JAKARTA,GRESNEWS.COM - Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap hilangnya dana ratusan miliar milik calon jemaah umrah First Travel. PPATK menyebut aliran dana calon jemaah selain untuk biaya umroh juga untuk membeli aset pribadi, seperti rumah, mobil, dan barang-barang mahal lainnya.

"Kita sedang telusuri terus semua transaksi ini, dan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk seoptimal mungkin mengurangi kerugian nasabah," ungkap Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae, kepada media, Sabtu (19/8).

Namun Dian tak merinci berapa nilai uang nasabah yang telah dipakai membeli aset pribadi. PPATK baru akan memastikan apakah aset-aset itu dibeli dengan rekening perusahaan, rekening pribadi, atau campuran keduanya.

"Soal pembelian barang-barang pribadi, memang begitu, tapi kita harus teliti dulu dan mencari tahu apakah ada pencampuran rekening perusahaan dan rekening pribadi," tutur Dian.



Kepolisian telah menetapkan bos First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka. Menyusul kemudian adik bos First Travel, Kiki Hasibuan, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi juga menyita sejumlah dokumen-dokumen terkait kegiatan usah Firs Travel. Selain juga menyita rumah mewah dan sejumlah mobil milik Andika dan Anniesa. Polisi juga menyegel sebuah rumah di daerah Kebagusan. Rumah bernilai Rp 1,5 miliar tersebut disebutkan merupakan milik Kiki Hasibuan.

Kanit Subdit 5 Jatanwil Dit Tipidum Bareskrim Polri AKBP M Rivai Arvan menyebut, nama Kiki sempat digunakan untuk membeli sejumlah aset, seperti rumah dan mobil.

"Namanya digunakan untuk membeli aset-aset, banyak, ada rumah ada mobil," ungkap Rifai kepada wartawan, Jumat (18/8). (dtc/rm)

Komentar