Eksplorasi Gas Anak Usaha PGN dari Papua hingga Texas

Kamis, 18 Mei 2017, 14:00:00 WIB - Peristiwa

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di area pipa penyaluran BBM (Manifold) saat Simulasi Latihan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Migas Pertamina, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (27/4). Simulasi tersebut merupakan latihan untuk menerapkan The International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code dan meminimalisir bentuk ancaman serta gangguan keamanan agar dapat diantisipasi lebih cepat. (ANTARA)

PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sejak 2015 menjadi operator di Blok Wokam II, Laut Arafura di Papua. Saka Energi membeli 100% hak kelola ladang migas seluas 988,57 km2 ini dari Murphy Oil 2 tahun lalu dan melanjutkan eksplorasi untuk mencari cadangan migas di sana.

Pengeboran sumur eksplorasi ditargetkan mulai dilakukan tahun 2018. Saat ini Saka Energi melakukan studi untuk persiapan. "Ini datanya sudah lengkap, ada 3D seismiknya. Kita lagi studi, mudah-mudahan tahun ini selesai, tahun depan kita bor," kata Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia, Tumbur Parlindungan, Jakarta, Kamis (18/5).

Saka Energi menyiapkan biaya investasi US$ 10 juta untuk pengeboran 1 sumur eksplorasi. Jika berhasil menemukan cadangan migas, Blok Wokam II akan mulai berproduksi sekitar 10 tahun lagi. "Makanya kita bisa ngebor banyak, kita ngebornya murah," ucapnya.

Saka Energi juga memiliki hak kelola di sejumlah blok migas lain di dalam negeri, seperti Blok Bangkanai (30%), West Bangkanai (30%), Sanga Sanga (26,25%), Muara Bakau (11,66%), Ketapang (20%), Pangkah (100%), Muriah (20%), Southeast Sumatera (8,91%), South Sesulu (100%).



Saka Energi juga mencari gas sampai ke lepas pantai Texas, Amerika Serikat. Di sana, Saka memegang 36% hak kelola Blok Fasken sejak 2014.

Fasken memiliki kandungan shale gas hingga sekitar 1 triliun cubic feet gas (TCF). Infrastruktur pipa gas yang mendukung lapangan ini memiliki kapasitas hingga 250 mmscfd dan dapat melalui LNG plant (Kilang LNG) yang ada di Texas.

Dalam pengembangan Blok Fasken, Saka Energi membentuk Joint Venture (JV) bersama Swift Energy sejak bulan Juli 2014. Komposisi kepemilikan sahamnya adalah, Saka Energi sebesar 36% dan Swift Energy 64%. JV ini akan beroperasi sampai akhir produksi shale gas dari blok tersebut.

Menurut laporan Wood Mackenzie, produksi shale gas di Fasken adalah salah satu yang paling sukses dan efisien. "Secara rock, Fasken bagus. Waktu itu juga ada potensi untuk masuk. Ternyata sukses. Berdasarkan laporan Wood Mackenzie, produksi gas salah satu yang paling murah di Fasken," ujar Tumbur.

Produksi shale gas di Blok Fasken saat ini mencapai 200 MMSCFD, jumlah ini meningkat enam kali lipat dibandingkan produksi Juli 2014 yang sebesar 30 MMSCFD. Sekarang produksi gas di Fasken mencapai 200 MMSCFD. (dtc/mfb)

Komentar