Dorong Pembentukan TPF Insiden Latihan di Natuna

Kamis, 18 Mei 2017, 13:47:24 WIB - Peristiwa

Sejumlah prajurit TNI AL mengikuti latihan Geladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III/L-3 Terpadu Tahun 2017 di Gedung O.B. Syaraaf, Markas Komando Armabar, Jakarta, Selasa (25/4). Latihan Glagaspur Tingkat III/L-3 Terpadu Tahun 2017 yang juga dilaksanakan di Perairan Kepulauan Riau-Laut Natuna bertujuan untuk memlihara dan meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit unsur-unsur Koarmabar guna mendukung kesiapan pelaksanaan sesuai fungsi asasi masing-masing. Latihan tersebut berlangsung pada 25-30 April 2017. (ANTARA)

Insiden meledaknya meriam buatan China di Natuna mendorong anggota Komisi I DPR Jazuli Juwaini meminta agar TNI segera membentuk Tim Pencari Fakta atas insiden tersebut. Menurut Jazuli, permasalahan di TNI tak boleh ditutupi karena menyangkut bangsa dan negara, semua pihak harus tahu penyebab insiden tersebut.

"Kami meminta kepada tentara untuk melakukan penyelidikan secepatnya, apa human error atau alat yang menyebabkan dia mati. Butuh penjelasan dari Mabes TNI dan segera membuat tim pencari fakta (TPF) atau apa namanya, penyelidikan objektif yang benar tak perlu ditutupi," ujar Jazuli di DPR, Kamis (18/5).

Jazuli meminta semua pihak menghormati kerja TNI dalam menguak insiden ini. Menurutnya hasil penyelidikan yang objektif sangat diperlukan guna keperluan evaluasi alutsista.

"Karena ini menyangkut marwah dan wibawa Indonesia," sebut Ketua Fraksi PKS ini.



Terkait insiden latihan di Natuna, empat prajurit TNI AD meninggal dunia saat latihan pendahuluan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Natuna, Kepulauan Riau. Insiden ini terjadi karena gangguan pada salah satu pucuk meriam giant bow dari Batalyon Arhanud 1/K. (dtc/mfb)

Komentar