Anies Targetkan Kereta LRT Beroperasi Akhir Juli 2018

Selasa, 05 Desember 2017, 13:01:58 WIB - Peristiwa

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di samping tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/11). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menargetkan kereta Light Rail Transit (LRT) akan dioperasikan pada akhir Juli 2018. Sebab pada April direncanakan gerbong-gerbong kereta LRT itu akan tiba di Indonesia dan pada bulan Mei-Juni akan dilakukan commisioning.

Pernyataan itu disampaikan Anies setelah bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melapor kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta membahas persoalan transportasi massal di DKI, di Kantor Kementerian Perhubungan pada Senin (4/12).

Dalam pertemuan itu dibahas tiga hal yakni soal LRT, transportasi massal, serta Elevated Loop Line (jalur lingkar layang).

'Kedatangannya ke Kantor Kemenhub untuk melakukan audiensi dengan Menhub terkait permasalahan transportasi di Jakarta,' ujar Anies.



Koordinasi ini dilakukan karena permasalahan transportasi di Jakarta tidak saja terkait dengan persoalan penduduk di dalam provinsi tapi juga terkait dengan mobilitas penduduk di wilayah luar Jakarta yang penyelesaiannya memerlukan lintas wilayah.
'Intinya kita siap untuk bekerja bersama dengan Kemenhub untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan transportasi di Jakarta, tegas Anies.

Untuk itu, menurut Anies Kemenhub dalam berkoordinasi dengan Pemprov DKI akan dilakukan melalui panitia atau tim kecil. Dimana tim ini akan menindaklanjuti untuk membahas permasalahan transportasi di DKI Jakarta.

'Kita sepakat untuk melakukan suatu koordinasi dengan membuat panitia kecil atau tim kecil yang akan membahas tindak lanjut pertemuan hari ini. Panitia atau tim kecil itu antara BPTJ dengan Kemenhub membahas semua hal dan berkoordinasi antara Pemprov DKI dengan Kemenhub,' kata Menhub Budi Karya Sumadi.

Menhub membenarkan juga mebberan telah melakukan pembahasan bersama Gubernur dan Wagub tentang beberapa ide dari Pemprov DKI yang sejalan dengan rencana Kemenhub yakni mengenai transportasi massal, Loop Line, Light Rail Transit (LRT) dan Electronic Road Pricing (ERP).

Menurut Menhub, permasalahan kemacetan disebabkan oleh padatnya lalu lintas oleh banyaknya mobilitas dari masyarakat yang tinggal di sekitar Jabodetabek. Berkaitan dengan hal tersebut, perlunya meningkatkan pelayanan angkutan umum.

Pelayanan transportasi massal harus ditingkatkan, disediakan jalur khusus bus dari Bekasi ke Jakarta, Trans Jakarta lebih banyak akan semakin bagus bahkan bisa mencapai rute Tangerang dan Bogor. Dengan ini masyarakat tidak menggunakan kendaraan pribadinya untuk mobilitas sehari-hari sehingga masalah kemacetan dapat berkurang,' papar Budi Karya seperti dikutip dephub.go.id.

Sedangkan terkait Elevated Loop Line dan ERP, Menhub mengatakan perlunya koordinasi untuk mempercepat pelaksanaannya.

'Perlintasan sebidang merupakan faktor penyebab terganggunya kelancaran lalu lintas, oleh karenanya jalur lingkar layang akan dibangun sehingga nanti tidak ada lagi perlintasan sebidang di Jakarta. Kemudian terkait ERP, perlu didorong dengan pengurus untuk percepatan serta perlunya pengelolaan wilayah utama dalam kaitannya untuk park and ride (parkir), tutur Budi. (rm)

Komentar