PPP Sindir PDIP Larang Emil Dardak Maju Pilgub Jatim

Minggu, 05 November 2017, 13:00:56 WIB - Peristiwa

Bupati Trenggalek Emil Dardak (kanan) tiba untuk melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri jelang pengumuman pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur provinsi Jawa Timur di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Sabtu (14/10). PDI Perjuangan akan mengumumkan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk provinsi Jawa Timur pada hari Minggu, 15 Oktober 2017 di Kantor DPP PDI Perjuangan. (ANTARA)

PDIP secara halus meminta Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak tidak memikirkan kans maju di Pilgub Jawa Timur 2018. Sikap PDIP mendapat sindiran dari PPP.

"Saya kira melarang-melarang begitu tidak bijaklah karena hak berdemokrasi seseorang itu untuk dipilih dan memilih, termasuk Emil Dardak. Persoalan Emil tidak menggunakan haknya untuk dipilih, itu soal lain," ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek), Sabtu (4/11) malam.

Menurut Awiek, Hak demokrasi Emil Dardak harus dihormati siapapun, termasuk PDIP. Jika masih nekat melarang Emil maju di Pilgub Jatim, PDIP, kata Awiek, mengesampingkan etika berpolitik.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan saat ini masih banyak tugas yang harus dituntaskan Emil Dardak dan wakilnya. Emil diminta memenuhi visi dan misinya selama lima tahun mengabdi.



"Itu kan sudah menjadi komitmen bersama dengan Emil, apalagi ini masih dua tahun. Jadi masih banyak sekali visi dan misi yang belum terwujud," kata Doding kepada wartawan, Sabtu (4/11).

"Kalau pertanyaannya kemudian harus menuntaskan masa jabatannya, ini sesuatu yang problematis. Kenapa? Karena di banyak tempat, banyak partai-partai mengorbitkan pejabat-pejabat daerah untuk dinaikkan ke level tinggi," ujar Awiek menanggapi alasan Doding.

"Pak Azwar Anas yang sudah dideklarasikan PDIP sekarang masih menjabat. Masa jabatannya juga belum tuntas. Kalau mendudukkan persoalan kan harus sama setara," imbuh Awiek.

Menurut Awiek, PDIP harus konsisten dalam perbuatannya. Jika Anas dipersilakan maju di Pilgub Jatim saat masih menjabat, Emil harus diperlakukan serupa.

"Kalau Emil Dardak diminta tidak maju agar fokus menyelesaikan masa jabatannya, tapi Pak Azwar Anas tidak dilarang tidak menyelesaikan jabatannya, harusnya kan equal, setara," jelas Awiek.

Awiek meminta PDIP menghargai apapun keputusan Emil nanti. Menurut Awiek, Emil pasti punya pertimbangan politik sendiri.

"Tidak bisa dicampuri oleh orang-orang lain, mau menyuruh, mau melarang," katanya.

Anggota Komisi II DPR itu mengaku PPP memang tertarik dengan sosok Emil untuk disandingkan dengan Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018. Namun, Awiek tak ingin mendesak Emil untuk maju.

"PPP sendiri pun hanya menangkap radar dari masyarakat yang menginginkan Emil Dardak untuk menjadi wakil gubernur dari Bu Khofifah. Tapi apakah kemudian PPP memaksakan Emil Dardak maju, tidak bisa juga karena itu hak politiknya Emil untuk memilih. PPP tidak bisa juga melarang Pak Emil untuk maju, itu hak beliau," pungkasnya. (dtc/mfb)

Komentar