Bambang Widjojanto Masuk TGUPP DKI JAKARTA

Minggu, 31 Desember 2017, 13:00:00 WIB - Peristiwa

Mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto (kiri) bersama Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid (kanan) berbicara pada diskusi publik Gerakan Antikorupsi Masyarakat, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (21/12). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) bakal masuk ke dalam tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP). 'Salah satunya Pak BW. Karena Pak BW yang paling mumpuni di bidang itu,' ucap Sandi di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12).

Meski sudah menyebut nama, Sandi masih enggan mengungkapkan nama-nama lainnya. Sandi mengaku, dia bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih membicarakan kriteria tim yang nantinya akan membantu gubernur.

Sandi ingin tim gubernur akan diisi oleh orang-orang yang mumpuni di bidangnya, seperti di bidang pencegahan korupsi, penataan pesisir, dan bidang percepatan pembangunan. 'Sampai hari ini saya berbicara dengan pak gubernur lebih ke arah kriteria-kriterianya. Tokoh-tokoh yang sudah dikenal sebagai expert di masyarakat. Jadi mohon sabar ada satu-dua hari sebelum mereka bertugas. Nanti kita kordinasi sama pak gubernur,' lanjut Sandi.

Perlu diketahui, BW memang bukan orang asing bagi Anies-Sandi. BW merupakan salah satu Tim sukses pasangan Anies-Sandi pada Pilgub DKI 2017. BW juga sudah beberapa kali terlihat menyambangi Balai Kota DKI untuk bertemu dengan Anies. Namun, dalam beberapa kali wawancara, BW enggan mengakui bahwa dirinya datang terkait dengan rekrutmen tim gubernur.



Sebelumnya, Sekda DKI Jakarta Saefullah mengatakan, seluruh anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta bakal diisi kalangan profesional. Nantinya, anggota TGUPP yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) akan dikembalikan ke SKPD masing-masing.

'Yang dari PNS DKI kami tidak pakai semua. Kami kembalikan ke... mungkin kembali ke SKPD-nya. Ya (dari kalangan profesional semua),' kata Saefullah.

Dalam menentukan anggota Tim Gubernur, kata Saefullah, tidak dibuka proses pendaftaran. Sebab, sejak pertama kali dibentuk pada era Presiden Joko Widodo menjabat Gubernur DKI Jakarta, tak diberlakukan proses pendaftaran. 'Dulu juga nggak begitu (buka pendaftaran). Tahun 2014, 2015, 2016 nggak begitu. Ini kan tim yang membantu kepala daerah,' terang Saefullah.

Di satu sisi, Saefullah memastikan pemilihan anggota Tim Gubernur tak asal tunjuk. Pemprov DKI Jakarta tetap melihat latar belakang para kandidat. 'Asal tunjuk tentu nggak. Misal milih pemain bola. Brasil kan pemain bolanya bagus-bagus, kita ke Brasil mau cari pemain bola, begitu turun pesawat langsung tunjuk kamu, kamu, kamu. Itu namanya asal tunjuk. Kalau dilihat dulu pengalamannya di bidang apa, itu bukan main tunjuk,' papar dia.

Pembentukan Tim Gubernur DKI Jakarta tinggal menunggu peraturan gubernur (Pergub) dari Anies Baswedan. Tim itu bakal memakan anggaran APBD DKI Jakarta 2018 sebesar Rp28 miliar, dengan jumlah anggota 73 orang. (dtc/mag)

Komentar