Presiden Minta Terget Pembangunan Pembangkit 35.000 MW Tetap Digenjot

Jum'at, 29 September 2017, 13:00:38 WIB - Peristiwa

Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kedua kiri), seusai memberikan keterangan pers mengenai pencapaian sektor ESDM di gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (28/9).(ANTARA)


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden JOko Widodo (Jokowi) program pembangunan pembangkit 35.000 mega watt (MW) tetap sesuai target dan tidak mengalami perubahan. Pemerintah akan terus meningkatkan rasio elektrifikasi.

"Arahan Bapak Presiden 35.000 MW itu tetap dijalankan. Sampai 2019, diharapkan paling kurang 17.000 mega watt (MW) tambahan dibanding dengan akhir 2014. Tapi (17.000 MW tersebut) di akhir 2019 ya menghitungnya," ujar Jonan saat Konferensi Pers Capaian Sektor ESDM selama Kabinet Kerja sampai dengan September 2017, di Jakarta, Kamis (28/9).

Jonan menambahkan pada lima tahun ini diharapkan separuh kurang itu telah bisa dioperasikan pada tahun tersebut atau Commercial Operation Date (COD). Sementara separuh lagi dari proyek tersebut diharapkan selesai maksimal pada tahun 2025.

Menurut Jonan, pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu faktor pertumbuhan kapasitas listrik yang terpasang. "Yang separuhnya terus. Mudah-mudahan 2023, 2024 selesai, atau tahun 2025. Ini menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang dulu diharapkan 7-8%, sekarang hanya sekitar 5%. Itu terefleksi. Demand (permintaan) listrik juga ada refleksinya. Demand listrik pernah sampai delapan persen lebih, enam persen, sekarang per satu semester mungkin kurang dari 3 persen," tambah Jonan,. seperti ditulis esdm.go.id.



Dia juga menjelaskan, hingga September 2017, rasio elektrifiksi telah mencapai 93,08% atau melebihi target tahun 2017 yang sebesar 92,75%.

Pada tahun 2017, hingga September, total kapasitas pembangkit mencapai sekitar 60 ribu MW. Adapun progres Proyek 35.000 MW yaitu 773 MW pembangkit telah beroperasi secara komersial/COD. Sebesar 15.266 MW tengah dalam tahap konstruksi. Sedang sebanyak 10.255 MW telah melakukan perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) namun belum konstruksi. Selain itu, 4.563 MW saat ini tengah dalam proses pengadaan dan 6.970 MW dalam tahap perencanaan.

Berikut rincian progres Proyek 35.000 MW yang dibangun PLN dan swasta (Independent Power Producer/IPP).

A.Dibagun oleh PLN

1. 168 MW telah COD

2. 5.205 MW dalam tahap konstruksi

3. 5.884 MW dalam tahap perencanaan dan pengadaan

B.Dibangun oleh IPP:

1. 605 MW telah COD

2. 10.061 MW dalam tahap konstruksi

3. 10.255 MW dalam kontrak

4. 5.649 MW dalam tahap perencanaan dan pengadaan

Selain listrik dari program 35.000 MW, juga ada tambahan kapasitas sebesar 480 MW terpasang. Tambahan ini berasal dari Marine Vessel Power Plant (MVPP) Sewa Amurang (120 MW), MVPP Sewa Sumut (240 MW), MVPP Sewa Kupang (60 MW) dan MVPP Sewa Ambon (60 MW). (rm)

Komentar