Kilang Petra Arun Tak Beroperasi Wilayah Sumut Kesulitan Pasokan Gas

Selasa, 26 Desember 2017, 13:00:36 WIB - Peristiwa

Petugas Perusahaan Gas Negara (PGN) memastikan keandalan instalasi saluran rumah tangga di rumah warga Dusun IV Lumpatan II Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, Rabu (29/11). Sebanyak 4.300 dari total 6.031 sambungan rumah tangga telah terinstalasi ke rumah-rumah warga dari program penugasan pemerintah. (ANTARA)


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Dalam beberapa pekan terakhir pasokan gas bumi ke pelanggan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di wilayah Medan, Sumatera Utara mengalami gangguan. Gangguan pasokan itu akibat belum kelarnya fasilitas pengolahan gas di kilang PT Petra Arun Gas (PAG). Belum beroperasinya kilang PAG itu, mengakibatkan pasokan gas di Sumatera Utara yang dipasok dari Aceh mengalami gangguan.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama membenarkan, pasokan gas ke pelanggan di Sumatera bagian Utara dalam beberapa pekan ini mengalami beberapa hambatan, jika sebelumnya di awal Desember pasokan terganggu akibat fasilitas produksi gas milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatera Offshore (NSO) yang berhenti beroperasi karena cuaca buruk atau terjadi badai. 'Saat ini pasokan gas kembali terganggu akibat adanya perbaikan di fasilitas pengolahan gas milik PT Petra Arun Gas (PAG),' ujarnya.

Menurutnya PHE NSO tidak bisa mensuplai gas ke PGN karena gas bumi harus melalui proses pemisahan sulfur melalui sulfur removal unit (SFU) di fasilitas PAG. Juga adanya kendala tak tersediannya bahan kimia amina tersier, untuk melakukan proses pemisahan sulfur.

Saat ini PAG sedang melakukan pengadaan bahan kimia MDEA untuk menurunkan kadar sulfur hingga. Sehingga diperkirakan minggu ke-3 Januari 2018, pasokan gas dari PHE NSO ke PGN akan tergantung dari kesiapan fasilitas di PAG.



'Berdasarkan informasi yang kami terima, pasokan normal sepenuhnya akan Selesai pada minggu ke-3 Januari. Selama perbaikan belum selesai, pasokan gas dari PHE NSO juga tidak bisa dilakukan,' ujar Rachmat, dalam keterangannya Senin (25/12).

Ia mengakui, proses perbaikan memakan waktu cukup lama. Sehingga akan berdampak besar bagi pelanggan PGN di Sumatera bagian Utara, seperti para industri di Medan. Bersama Pemerintah melalui Kementerian ESDM, BPH Migas, SKK Migas, dan Pertamina, PGN sedang berupaya mencari pasokan alternatif lain.

'Kepada pelanggan, kami mohon maaf akibat terhambatnya pasokan gas di luar kuasa PGN, kami bersama pemerintah dan stakeholder lainnya sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mencari tambahan pasokan gas lain,' ungkap Rachmat.

Rachmat mengatakan, salah satu opsi pasokan gas yang sedang diupayakan gas dari Blok A yang dikelola Medco di Aceh atau dari pasokan gas alam cair (LNG) di Terminal Arun. (dtc/rm)

Komentar