JAKARTA, GRESNEWS.COM - Saling intrik antar kelompok di tubuh Partai Golkar masih terus terjadi, terkait nama pengganti Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Saling klaim juga mewarnai penunjukan calon ketua DPR baru.

Sebelumnya politikus senior Golkar Ahmadi Noor Supit Usai mengklaim rapat pleno Fraksi Golkar yang digelar Kamis (11/1) kemarin dan juga di hadiri Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, menyebut bahwa Bambang Soesatyo  (Bamsoet) telah dipastikan menjadi ketua DPR. Menurut dia penetapannya  tinggal menunggu waktu.


"Sudah. Sudah fixed, namanya BS," ujar Supit usai rapat pleno Fraksi Golkar, Kamis (11/1) kemarin.

Namun pernyataan Supit tersebut, dibantah keras Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono. Menurut Agung, untuk menentukan ketua DPR harus melalui rapat pleno DPP dan hal itu belum dilakukan.

"Baca berita mengenai ketua DPR sudah diputuskan. Begini, jadi ini boleh dicatat ya. Saya kira Pak Airlangga Hartarto sebagai ketua umum tahu betul bahwa fraksi adalah kepanjangan tangan dari kebijakan DPP. Fraksi adalah pelaksana kebijakan dari DPP Partai. Jadi tidak dibalik, jangan dibalik, termasuk di dalamnya penetapan ketua DPR itu adalah di kewenangan dari DPP Partai Golkar dan itu belum dilakukan," kata  Agung, Jumat (12/1/2018).

Kendati tak turut dalam rapat fraksi tersebut, Agung mengaku memperoleh informasi bahwa rapat fraksi kemarin tak menghasilkan keputusan apapun. Jadi, menurut Agung,
pernyataan Supit soal Bamsoet terpilih menjadi ketua DPR bersifat personal.

"Saya mengetahui dari informasi bahwa tidak ada keputusan di fraksi itu yang menetapkan ketua DPR yang disebut Bamsoet itu, tidak ada, " ujarnya.  

Menurut Agung bagaimanapun DPP tentu yang punya kewenangan. Ia meyakini pada waktunya nanti akan membahas, dimana lebih cepat akan lebih baik.

Mantan ketum Golkar ini mengatakan nama ketua DPR yang baru pengganti Novanto bisa saja diserahkan sebelum revisi Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) rampung. Namun, ditegaskannya sampai hari ini Golkar belum memutuskan apapun terkait ketua DPR.

Agung menegaskan, semua kandidat yang sebelumnya sempat disebut sebagai calon kuat ketua DPR masih berpeluang. Seperti nama-nama yang selama ini beredar seperti Sekretaris Fraksi Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Komisi II Zainudin Amali, dan Bamsoet sendiri, disebutnya  masih berpeluang menjadi ketua DPR.

"Iya karena DPP-nya belum ada pembahasan tata acara tentang penetapan ketua DPR bagaimana, apakah diambil voting, diserahkan kepada ketua umum untuk memutuskan itu, saya kira itu ranahnya DPP Golkar," tegas Agung. (dtc/rm)