Warga Kembali Tertembak, Presiden Diminta Evaluasi Satgas Tinombala

Sabtu, 05 Agustus 2017, 13:00:00 WIB - Peristiwa

Latihan mengamankan objek vital negara dari serangan teroris. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM — Seorang Warga bernama Simson alias Suju kembali tewas ditangan teroris yang gentayangan di sekitar Poso Pesisir dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (3/8). Tewasnya Simson tersebut mengisi daftar panjang warga korban terorisme dan berlarut-larutnya masalah keamanan di Poso dan Parimo, Sulawesi Tengah.

Tokoh Muda Poso Rizal Calvary Marimbo meminta Presiden Joko Widodo segera mengevaluasi Satgas Tinombala yang ditempatkan di Sulteng. "Kita minta Bapak Presiden mengevaluasi Satgas Tinombala. Barangkali butuh penyegaran atau perlu diganti dengan operasi pasukan khusus untuk membasmi sisa-sisa teroris di gunung-gunung," ujar Rizal, dalam siaran pers yang diterima gresnews.com, Sabtu (5/8).

Rizal mengatakan, masalah gangguan keamanan di sekitar Poso Pesisir dan Parimo sudah berlarut-larut dan herannya sisa-sisa kelompok teroris belum juga tertangkap semua. "Kita tidak tahu ada apa sampai bisa begitu lama. Dulu pemerintah pusat menumpas DI TII dan Permesta di sana tidak sampai satu bulan dengan teknologi persenjataan yang sederhana. Kenapa masalah Poso-Parimo ini berlarut-larut, ada apa sih?" ujar dia.

Sebagaimana diketahui Kamis (3/8) kemarin, saat berangkat ke kebun di kawasan pegunungan Pora, Desa Parigimpu, Sulawesi Tengah, Simson tewas ditangan buronan teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian setempat. Saksi kunci kejadian itu membeberkan, kejadian berawal saat mereka melintas di jalur pegunungan itu.

Tak lama berselang, sekelompok orang mulai mendatangi mereka dan menarik si saksi kunci. Tak terima rekannya ditarik, Simson berusaha melawan dan melepaskan temannya itu. Seketika salah satu pelaku melepaskan tembakan ke dada kiri Simson.

Saksi lalu kabur memanggil warga dan polisi. Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi memaparkan ciri-ciri ketujuh pelaku yang dinilai sama dengan anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Rizal meminta agar pemerintah pusat segera menuntaskan masalah keamanan di Sulawesi Tengah. Pasalnya, ancaman keamanan disana sudah sangat merugikan bagi perekonomian di Sulawesi Tengah. "Apalagi dalam waktu dekat Presiden Jokowi akan meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Ini kan lucu sekali, pengacau keamanan masih gentayangan," ucap Rizal.

Dia mengatakan, Sulawesi Tengah nantinya akan memiliki dua kawasan komersil dan industri yang besar yakni KEK Palu dan Kawasan Industri Morowali. Kedua kawasan ini berada disekitar kawasan gerombolan teroris yang tidak juga terselesaikan penangkapannya.

"Secara psikologis ini tidak nyaman bagi investor, apalagi ada kawasan wisata Danau Poso, Togean, Agri Wisata di Napu-Bada, ada KEK Pal uterus ada kawasan industri Morowali," papar dia.

Rizal mengusulkan, sebaiknya dipertimbangkan operasi militer secara besar-besaran oleh pasukan khusus TNI. "Kan sudah ada prosedurnya dan dibuatkan payung hukumnya, bagaimana militer bisa terlibat langsung di sana," pungkas dia. (mag)

Komentar