Pemerintah Harus Dorong Penggunaan Energi Terbarukan

Rabu, 02 Agustus 2017, 12:00:00 WIB - Peristiwa

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf (kanan) menerima cendera mata dari Dirut Pertamina Geothermal Energy (PGE) Irfan Zainuddin (kiri) seusai menandatangani nota kerja sama energi panas bumi di Banda Aceh, Aceh, Senin (31/7). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan, Pemerintah Jokowi harus mendorong pengembangan energi terbarukan di Indonesia dalam mencapai kemandirian energi. Pasalnya kemandirian energi merupakan mata rantai dalam mencapai kemakmuran suatu bangsa.

"Kita harus mencapai kemandirian, karena energi merupakan mata rantai menuju kemakmuran. Kalau energi kita mencukupi, industri kita maju, maka ekonomi akan baik, berarti kemakmuran akan timbul,"ujar Agus, seperti dikutip dpr.go.id, Selasa, (1/8).

Menurutnya, dalam mengejar kemandirian energi diperlukan keberpihakan terhadap energi terbarukan. Salah satunya dengan memprioritaskan energi panas bumi (geothermal). "Jadi kalau ini berhasil maka kita dapat segera meninggalkan energi fosil yang makin menipis ini," paparnya.

Terkait upaya mendorong penggunaan energi terbarukan, DPR sudah mengadakan pertemuan dengan NZ Government to Government (G2G) Partnership office dan jajaran Home Geothermal Institute. Pertemuan kali ini, dalam rangka menindaklanjuti kerjasama Indonesia dengan New Zealand yang telah berjalan sejak tahun 2007 lalu. Khusus bidang energi Panas Bumi (Geothermal) New Zealand telah memiliki pengalaman yang panjang dalam bidang energi terbarukan tersebut.

"New Zealand sangat berpengalaman dalam bidang panas bumi, selain itu kita mengharapkan adanya transfer knowledge sehingga kita bisa betul-betul mandiri dalam pengadaan geothermal ini," papar Agus.

Dalam rangka transfer knowledge saat ini sudah dibentuk join komitmen antara Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan dalam rangka melakukan government drilling (pengeboran yang dilakukan pemerintah). Agus menambahkan, tapak bornya nanti akan dilakukan oleh pemerintah setelah itu hasilnya akan menjadi data yang akan dipakai sebagai acuan dalam melakukan tender.

Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga memerlukan banyak bantuan teknis dalam mendorong perkembangan panas bumi. "Kita sangat mendukung pemenuhan target program pemerintah yaitu 35 ribu MW pada tahun 2019 mendatang,"paparnya.

Nantinya, lanjut Agus, listrik hasil geothermal (panas bumi) dapat dijual ke PLN sehingga harga ditentukan oleh PLN. "Terkait harga memang masih ada perjuangan negosiasi antara PLN dan DPR karena sekarang sudah ada fix price yang memberikan iklim yang baik kepada investor dan memberikan peluang perencanaan investasi yang terbaik," lanjutnya.

Komisi Perdagangan New Zealand Tim Anderson mengatakan, negaranya siap mendukung perkembangan geothermal (panas bumi) di Indonesia. "Kami siap melakukan eksplorasi panas bumi dan memberikan bantuan teknik mulai dari seleksi wilayah panas bumi, pengeboran hingga studi kelayakan, dan pelatihan transfer teknologi kepada Indonesia," paparnya. (mag)

Komentar