ESDM Gandeng BNPT Amankan Sektor Energi

Rabu, 19 Juli 2017, 12:00:07 WIB - Peristiwa

Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kiri) dan Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BNPT dengan Kementerian ESDM oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja (ketiga kiri), Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Agoes Triboesono (keempat kiri), Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Aryono (kelima kiri), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana (keenam kiri) dan Deputi Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir (kanan) di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (18/7).(ANTARA)


JAKARTA, GRESNEWS. COM - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai upaya pencegahan atas ancaman terorisme di sektor ESDM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius, Selasa (19/07) menyaksikan penandatangan perjanjian kerja sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan BNPT sebagai tindak lanjut dari penandatangan Nota Kesapahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada tanggal 13 Maret 2017.

Jonan dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa kerja sama tersebut diperlukan sebagai jembatan untuk meningkatkan sensitivitas atas potensi ancaman terorisme. "Sehingga kami bisa mengambil langkah-langkah pencegahan pada fasilitas dan obyek vital nasional yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas suatu negara," tutur Jonan, seperti dikutip esdm.go.id.

Sementara Kepala BNPT menyatakan bahwa sangat penting pengamanan obyek vital nasional. "Teror itu suatu kegiatan yang menimbulkan ketakutan masyarakat. Salah satunya yang menggangu obyek vital. Tidak boleh under estimate obyek vital itu. Apabila terganggu, terganggu juga operasionalnya," tegas Suhardi.



Jonan berharap perjanjian kerja sama itu bisa diimplementasikan dengan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) soal sistem pengamanan. "Coba (nanti) sama-sama membantu membuat SOP pengamanan yang terdiri atas prosedur, personil dan teknologi. Prosedur izin paling minimal," pinta Jonan.

Jonan juga menyebut kerjasama itu nantinya akan meliputi bidang Ketenagalistrikan, Minyak dan Gas, Mineral dan Batubara serta Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) yang dilakukan oleh masing-masing Direktur Jenderal dan Deputi Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT.

Sedang ruang lingkup kerjasamanya terdiri dari pelaksanaan pengamanan kegiatan usaha sektor ESDM; pertukaran dan penjaminan kerahasiaan data dan informasi; serta melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengamanan sektor ESDM dari tindakan terorisme.

Ke depan, Kementerian ESDM juga akan berkonsentrasi melakukan pencegahan teror terhadap obyek vital sektor ESDM. "Pencegahan harus dilakukan sungguh-sungguh. Saya menyarankan juga satu atau dua orang ditugaskan untuk latihan bersama. Kita ini kulturnya bukan sistem, tapi kultur kerabat. Ini yang mesti diubah. Kebiasaan-kebiasaan yang tidak tertulis itu harus dihindari," tegas Menteri ESDM. (rm)



Komentar