Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti (kedua kanan) bersama Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno (kanan) menjelaskan tentang Pengawasan Tahapan Kampanye Debat Publik pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tahun 2017 di Jakarta, Jumat (6/1). Sejumlah aturan akan diterapkan KPU DKI Jakarta dalam sesi pertama debat kandidat pasangan cagub-cawagub pada 13 Januari 2016, diantaranya pendukung di dalam ruangan tidak boleh membawa atribut kampanye serta meneriakkan "yel-yel". (ANTARA)

KPU Tetapkan Nama Panelis dan Moderator Debat Terbuka Cagub-Cawagub DKI 2017
Kamis, 12 Januari 2017, 11:12:19 WIB

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan empat panelis dan satu moderator dari kalangan akademisi dan profesional. Mereka yang memimpin jalannya debat terbuka perdana calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta 2017.

Debat terbuka pertama Cagub-Cawagub DKI akan digelar pada Jumat (13/1) pukul 20.00 WIB di Hotel Bidakara, Jakarta. Debat berlangsung selama dua jam dan dibagi menjadi enam sesi. Debat perdana ini akan mengangkat tema pembangunan sosial-ekonomi untuk Jakarta. Ada beberapa isu utama, di antaranya seputar sosial-ekonomi, lingkungan, transportasi, serta pendidikan dan keamanan warga.

Dikutip dari situs resmi KPU DKI Jakarta (www. kpujakarta.go.id), keempat panelis tersebut yakni DR Imam Prasodjo (dosen Universitas Indonesia), Prof. DR. Aceng Rahmat, M.Pd (dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta), DR Yayat Supriyatna (dosen Universitas Trisakti) dan DR Enny Sri Hartati (direktur Institute For Development of Economics and Finance).

Sedangkan moderator yang akan memandu jalannya debat yakni Dwi Noviratri Koesno atau yang lebih populer dengan nama Ira Koesno. Ketetapan panelis dan moderator tersebut tertulis dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 03/Kpts/KPU-Prov-010-2017 tentang panelis dan moderator debat publik/ debat terbuka Cagub-Cawagub DKI.

Baik panelis dan moderator berkewajiban untuk memberikan keberimbangan waktu dan kesempatan dalam menjawab pertanyaan dan menyampaikan visi misi kepada masing-masing Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur; serta tidak memberi opini, komentar, penilaian, dan kesimpulan terhadap jawaban atau tanggapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur. (mfb/dtc)



BACK TO HOME