BRG Akan Pastikan Kebakaran Hutan Terjadi di Lahan Perusahaan atau Masyarakat

Jum'at, 04 Agustus 2017, 12:00:00 WIB - Peristiwa

Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau berusaha memadamkan api pada lahan gambut yang terbakar di Pekanbaru, Riau, Kamis (27/7). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengatakan, pihaknya akan melakukan analisis untuk menentukan apakah area hutan yang terbakar di sejumlah wilayah benar berada di bawah penguasaan perusahaan atau berada di area yang dikelola masyarakat.

'Ini memang harus dilihat. Saya harus bicara fair, harus dianalisis. Terbakarnya itu di areal sepenuhnya di bawah penguasaan perusahaan atau areal oleh perusahaan sudah dibuatkan kementerian oleh masyarakat tanaman kehidupan. Atau di areal tanah konflik antara perusahaan dengan masyarakat,' ujar Nazir seusai rakor di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (3/8).

Nazir belum dapat memastikan area hutan yang terbakar berada dalam pengelolaan perusahaan. Dari identifikasi awal, area yang terbakar berada pada kawasan konsesi hutan. 'Yang jelas, kalau daerah konsesinya, artinya munculnya banyak di perusahaan. Ini yang harus dikaji lebih lanjut dengan tindakan penegakan hukum, bukan di kita,' tuturnya.

Dalam rakor di Kemenko Polhukam, sejumlah pihak terkait membahas antisipasi kebakaran hutan. Sebab, BMKG memberikan prakiraan cuaca yang sudah masuk musim kemarau. 'Jadi kita harus lebih siaga semuanya dilihat dari persiapan di daerah, Polri, satgas,' katanya.

Nazir mengatakan, dari data Juni-Agustus, jumlah titik api di kawasan sawit lebih sedikit dibanding di kawasan hutan tanaman industri (HTI). 'Setengah lebih ada di konsesi, nah di konsesi sebagian besar HTI kalau sawit sedikit sekali agak surprise sekali. (Hasil rakor) tadi salah satu rekomendasi juga mensinkronkan peraturan di Kementerian Pertanian dengan KLH,' ucapnya. (dtc/mag)

Komentar