Pembiayaan Pembangunan dari Utang Harus Berdampak Luas

Jum'at, 18 Agustus 2017, 11:00:00 WIB - Peristiwa

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo bersiap untuk menjadi narasumber dalam Forum Merdeka Barat Sembilan di Jakarta, Kamis (27/7). Kegiatan diskusi tersebut mengangkat tema Utang: Untuk Apa dan Untuk Siapa? Kupas Tuntas APBN-P 2017. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengatakan, pembiayaan pembangunan yang diambil dari utang pemerintah sebaiknya harus memiliki dampak yang luas (multiplayer effect) bagi masyarakat. "Dengan begitu, ke depan utang tersebut bisa dibayar secara maksimal," kata Heri seperti dikutip dpr.go.id, Kamis (17/8).

Seperti diketahui, saat ini utang pemerintah sudah mencapai Rp3.779,98 triliun. Sejumlah 80 persen dari utang tersebut berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman sebesar Rp734,98 triliun (19,4%). Pemerintah sendiri mengklaim tambahan utang ini untuk kenaikan belanja produktif di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, transfer daerah, dan dana desa.

Heri mengatakan bila program pemerintah di bidang infrastruktur tidak bisa lagi dibiayai dari pendapatan, maka pemerintah biasanya berupaya membiayainya dengan utang. "Ini demi keberlangsungan program yang diusung pemerintah sendiri," tambahnya.

Heri mengingatkan, sebaiknya pemerintah memberi perhatian terhadap angka kemiskinan yang sudah mencapai 60 persen di pedesaan. Dan 50 persen orang miskin di desa bekerja di sektor pertanian.

"Ini butuh anggaran untuk memberdayakannya. Bila ada anggaran pembiayaan dari utang, sebaiknya dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat miskin yang bekerja di sektor pertanian tersebut," tambahnya.

Heri memaparkan, penduduk di desa relatif banyak yang miskin. "Lebih baik kemiskinan ini diperbaiki dulu. Sementara pembangunan infrastruktur bila tak bisa digunakan secara luas, berarti hanya diperuntukkan bagi segelintir orang saja. Sebaiknya perbaiki angka kemiskinan, agar infrastrukturnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas," kata politisi Partai Gerindra ini. (mag)

Komentar