Perppu Ormas Digugat Sejumlah Organisasi ke MK

Senin, 17 Juli 2017, 11:00:00 WIB - Peristiwa

Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) bersama Sekjen Peradi Sugeng Teguh Santoso (tengah) dan Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi polemik bertema ôCemas Perppu Ormasô di Jakarta, Sabtu (15/7). Diskusi tersebut membahas mengenai penerbitan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 atas UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Oganisasi Kemasyarakatan (Ormas). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) berencana menggugat Perppu No 2/2017 pengganti UU No 17 Tahun 2013 itu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Minggu (16/7) sejumlah ormas tersebut melakukan rapat membahas Perppu tersebut

Rapat bertema 'Koordinasi Lintas Ormas dan Lembaga Dakwah' tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Bachtiar Nasir, pengacara GNPF MUI Kapitra Ampera, Munarman, dan juga beberapa ormas. Beberapa ormas yang hadir di antaranya Dewan Dakwah, PERSIS, HTI, IKADI, Parmusi, dan sebagainya.

Ada beberapa rekomedasi yang lahir dari rapat koordinasi tersebut. Salah satu poinnya adalah ormas dan lembaga dakwah yang menentang Perppu akan menempuh jalur hukum demi menuntut pembatalan Perppu.

'Seluruh ormas dan lembaga dakwah yang kontra terhadap Perppu 2/2017 hendaklah melakukan upaya penolakannya melalui jalur legal konstitusional, yaitu permohonan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi dan desakan ke DPR agar menolak Perppu tersebut,' bunyi keterangan hasil rapat seperti yang diterima detikcom dari Kapitra Ampera, Minggu (16/7).

Poin kedua, ormas dan lembaga dakwah sepakat menyetujui usulan bahawa perlu dibentuknya forum yang fokus dan terus mengkoordinasikan langkah-langkah penolakan dari berbagai kalangan. Ini agar menjadi gerakan perlawanan hukum yang efektif. 'Sampai Perppu benar-benar dibatalkan,' tegas keterangan itu.

Lebih lanjut, forum menyebut Perppu sudah berlaku sehingga ormas-ormas harus segara mengambil tindakan dengan mengajukan JR ke MK. Tindakan ini supaya jangan sampai ada ormas yang menjadi 'korban' dari Perppu 2/2017.

'Mengingat Perppu itu sudah berlaku sejak ditandatangani dan diundangkannya, maka pengajuan permohonan JR ke MK harus dilakukan secepatnya, baik secara per-ormas maupun gabungan ormas sebelum Perppu itu memakan korban pembubaran ormas tertentu,' sambung keterangan itu.

Poin terakhir, forum menyepakati wacana untuk konsultasi dan edukasi serta sosialisasi hukum tentang mekanisme dan prosedur pengajuan JR ke MK bagi seluruh ormas dan lembaga dakwah. Ini agar langkah perlawanan menjadi efektif dan terukur. (dtc/mag)

Komentar