JRPP: OK-OTrip Rp5000 Integrasikan Semua Moda Transportasi

Minggu, 26 November 2017, 10:00:00 WIB - Peristiwa

Kereta melintas di area pembangunan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta, Selasa (21/11). Pembangunan Stasiun Sudirman Baru telah mencapai 96% dan akan terintegrasi dengan Stasiun Sudirman (untuk pengguna KRL), bus TransJakarta, MRT dan LRT. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Jakarta Research and Public Policy (JRPP) mengkritisi rencana pelaksanaan Program OK-OTrip Rp5000 hanya untuk moda transportasi darat berbasis jalan bertrayek. JRPP menyarankan agar pelaksanaan Program OK-OTrip Rp5000 ini dilaksanakan untuk semua moda transportasi.

Direktur Eksekutif JRPP Muhamad Alipudin meminta agar pelaksanaan program OK-OTrip 5000 rupiah jangan parsial, baik moda transportasi darat berbasis jalan mapun rel harus terintegrasi. 'Kami menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pelaksanaan Program OK-OTrip 5000 rupiah terintegrasi semua moda transportasi,' ujarnya dalam siaran pers yang diterima gresnews.com, Minggu (26/11).

Alipudin menyatakan Program OK-OTrip Rp5000 kemana saja ini akan mengantarkan warga Jakarta kemana saja dengan moda transportasi apa saja sampai ke tujuan, sekali jalan hanya membayar 5000 rupiah. 'Program OK-OTrip 5000 rupiah ini, selain murah, juga perlu disiapkan layanan transportasi yang nyaman,' imbuh Alipudin.

Sementara itu, ditemui pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono beralasan Program OK-OTrip Rp5000 baru akan dilaksanakan pada moda transportasi berbasis jalan bertrayek agar segera terealisasikan. Ia mengatakan jika diterapkan langsung pada semua moda transportasi akan terlalu complicated.



Sedangkan menurut Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Muhammad Nurul Fadhil menyebutkan kemungkinan integrasi antar moda. Ia mengatakan akan bekerjasama dengan PT Transjakarta untuk mulai mengintegrasikan antar moda di 3 stasiun, yaitu stasiun Manggarai, Tanah Abang, dan Tebet.

'Dari pihak-pihak pelaksana, kemungkinan segera integrasi semua moda kan ada. Tinggal sekarang bagaimana sistem operasional dan skema subsidinya,' pungkas Alipudin. (mag)

Komentar