Ada Dosen Gabung HTI Menristek Dikti Akan Kumpulkan Rektor

Minggu, 23 Juli 2017, 10:00:00 WIB - Peristiwa

Aktivitas HTI (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Langkah pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia ternyata berimbas pada dunia pendidikan tinggi, lantaran di beberapa perguruan tinggi, ternyata ada dosen yang bergabung dengan HTI. Salah satunya ditemukan di kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Terkait masalah ini, Menristekdikti M Nasir, berencana mengumpulkan rektor seluruh Indonesia. "Saya akan mengumpulkan rektor seluruh Indonesia pada tanggal 26. Akan memberitahukan juga, dosen dan pegawai yang terlibat HTI harus mengikuti PP 53 tahun 2010. Sudah sangat jelas," ujar Nasir usai menghadiri pembukaan Kongres IX Pancasila di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Sabtu (22/7).

Nasir menjelaskan, dalam PP tentang Disiplin PNS itu telah jelas disebutkan soal kesetiaan PNS pada Pancasila dan UUD 1945. Ditambah lagi dengan terbitnya Perppu Ormas dan pembubaran HTI secara resmi oleh Kemenkumham.

Nasir melanjutkan, untuk itu dia memberikan dua pilihan kepada dosen dan pegawai yang terlibat HTI. "Silakan dia keluar dari HTI, tidak mengikuti kegiatan HTI, bergabung dengan Pemerintah dalam hal ini sebagai PNS. Kalau tetap ingin bergabung dengan itu (HTI) maka dia harus kelur dari PNS. Nanti saya akan usulkan itu. Karena apa, karena dia (PNS) bagian dari negara. Ini penting," tegasnya.

Peraturan tersebut, menurut Nasir harus dilaksanakan dan dipatuhi. Para rektor, pembantu rektor dan dekan akan menjadi jaminan untuk tegaknya peraturan tersebut.

"Dia (rektor, pembantu rektor, dan dekan) yang mengawasi setiap hari, aktivitasnya bagaimana. Dia harus menghilangkan aktivitas-aktivitas yang selama ini menuju ke sana. Itu yang penting," tuturnya.

Sedangkan untuk dosen perguruan tinggi swasta, Nasir akan merancang regulasi untuk mengatur hal yang sama. "Swasta dengan Kopertis, harus sama. Swasta bagaimana kita buat model yang baru, model yang berbeda, mungkin regulasinya. Kalau tidak loyal kepada negara, bagaimana dia," ujar Nasir.

Sebelumnya, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono, mengaku belum bisa mengambil tindakan apapun terkait dosen-dosen di kampusnya yang menjadi anggota HTI. Dia mengaku masih menunggu arahan dari Kemenristekdikti.

"Saya belum punya (data pasti jumlahnya). Di kampus orangnya biasa persuasif. Kita undang, kita bicara, nanti kita diskusi dulu," kata Panut kepada wartawan, Jumat (21/7).

Menurutnya, di kampus sudah ada organ-organ yang menangani persoalan seperti itu. Diantara yang disebutnya adalah dewan kode etik jika terjadi pelanggaran baik oleh dosen maupun karyawan. Dengan demikian rektor tidak mengambil tindakan langsung.

Terkait penangangan dosen atau karyawan yang terlibat HTI ini, pihaknya masih menunggu arahan dari Kemenristekdikti. UGM, kata dia, akan mengikuti ketentuan dari Kemenristekdikti sehingga tindakan yang dilakukan menjadi prosedural.

"Prosedur akan kita ikuti, Kemenristekdikti belum ada kontak apa-apa. Untuk yang organisasi (HTI) saya masih menunggu dari Kemenristekdikti, arahanya seperti apa," lanjutnya. (dtc/mag)

Komentar