Indonesia Kedepankan Diplomasi Terkait Laut China Selatan

Jum'at, 21 Juli 2017, 10:00:00 WIB - Peristiwa

Patroli keamanan di perbatasan (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq menegaskan, Indonesia akan tetap mengambil posisi yang mendorong penyelesaian secara damai dan demokratis terkait isu Laut China Selatan. Hal itu disampaikan Mahfudz dalam sidang ASEAN Inter-Parliamentary Assembly. "Dari awal dari isu Laut China Selatan ini, Indonesia mengambil posisi untuk mendorong proses penyelesaian secara damai dan demokratik, dan itu yg di follow up melalui pemerintah dan didukung oleh parlemen agar ASEAN membuat kerangka Code of Conduct (COC)," ujar Mahfudz, seperti dikutip dpr.go.id, Kamis (20/7). Terkait dengan isu Laut China Selatan ini, Politisi PKS tersebut melihat harus segera diselesaikan secara damai antara Indonesia dan China. "Menurut saya, ini yang secara bilateral harus diselesaikan antara China-Indo, ketika Indo-China bisa menyelesaikan secara bilateral, maka akan memudahkan jalan ASEAN sebagai suatu entitas untuk menyelesaikan COC nya dalam isu Laut China Selatan," tegas Mahfudz. Sebagaimana diketahui, sebelumnya diberitakan bahwa terjadi perubahan nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara. Mahfudz melihat sejak awal Indonesia tidak terlibat konflik dengan China secara formal. "Ya, Indonesia sejak awal memang tidak klaim Laut China Selatan dan Cina secara formal, juga mengatakan tidak punya konflik perbatasan dengan indonesia, tetapi memang isu Laut Natuna Timur kita baru bisa melihat bahwa sebenarnya ada potensi konflik yang selama ini tidak terlihat tetapi kemudian mula terlihat, secara kasat mata kita simpulkan dari keberatan pihak cina," tukas Mahfudz. (mag)

Komentar