Bongkahan koloni karang yang rusak disebabkan kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (4/3). (ANTARA)

Pemerintah Ajukan Tuntutan Kerusakan Trumbu Karang Raja Ampat
Jum'at, 17 Maret 2017, 10:00:00 WIB


Dirjen Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karliansyah
menyatakan, pemerintah tengah menyiapkan tuntutan terhadap kapal pesiar berbendera Bahama, MV Caledonian Sky terkait pengrusakan trumbu karang diperairan Raja Ampat, Papua.

Menurutnya ada tiga tuntutan. Pertama, pihak kapal bisa dikenai unsur pidana, karena itu sesuai dengan undang-undang."Itu jelas. Karena merusak lingkungan, mencemari, itu minimal 3 tahun penjara plus denda," katanya.

Tuntutan kedua, pihak kapal bisa juga dikenai unsur perdata.
Sebelum phak
MV Caledonian Sky pergi mereka telah diminta membuat berita acara. Mereka menyatakan bersedia mengganti, artinya kita dimungkinkan melakukan penuntutan secara Perdata. "Bisa di pengadilan, bisa di luar pengadilan," ujar Karliansyah.

Saat ini pihaknya mengaku tengah mengumpulkan bukti. Bahkan melakukan pengukuran ulang nilai dan jumlah kerusakan akibat kandasnya kapal Tur Bahama itu. Diakui terdapat perbedaan jumlah dari pengukuran awal. "kita persiapan untuk penuntutan ganti rugi. Tentunya data yang kita siapkan, yang kita berikan, harus valid," kata Karlianyah yang sempat turun langsung ke Raja Ampat. (rm/dtc)



BACK TO HOME