Gus Ipul-Anas Incar Pemilih Milenial

Jum'at, 17 November 2017, 08:00:00 WIB - Peristiwa

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kedua kiri) berpose bersama sejumlah santri usai Upacara Hari Santri 2017 di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/10). Kegiatan itu bertema Santri Mandiri NKRI Hebat. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas (Anas) mengincar pemilih milenial untuk mendulang suara di ajang Pilgub Jatim 2018. Untuk itu, Anas pun ebih sering menggunakan akhir pekan dan malam hari usai jam kerja untuk bersafari politik. Dalam tiga pekan ini, Bupati Banyuwangi itu terhitung sudah mengunjungi 32 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Lewat safari politik itu, Anas menyebut, dia ingin membangun dukungan politik dari para pendukung dengan rasa gembira, bukan dengan fanatisme. 'Jika membangun politik dengan fondasi rasa gembira, tidak akan ada rasa sedikit pun untuk merendahkan atau menjelekkan pasangan calon lainnya,' ujar Anas, Kamis (16/11).

Apalagi saat melebur di tengah kelompok milenial, Anas merasa lebih tertantang. Sebab, kelompok milenial dianggap lebih rasional dalam menyampaikan aspirasi. 'Kami menekankan pada mereka (para pendukung) bahwa politik ini harus dibangun dengan rasa gembira, jadi kami membangun dukungan bukan dengan fanatisme. Politik itu jadi bagian yang penting untuk membangun kesejahteraan masyarakat,' ujarnya.

'Maka tidak ada sedikit pun kita menjelekkan orang atau pasangan lain. Karena ini ciri politik milenial. Dan kelompok milenial pun lebih rasional, jadi mereka ingin menyampaikan apa yang dirasakan,' imbuhnya.



Hasilnya, saat Anas berkunjung keliling Pantura, apa yang didapatkan justru di luar dugaan. Anas mengaku disambut begitu hangat oleh warga. Para pucuk pimpinan daerah yang ia temui juga tak kalah antusias. Kampanye yang diusung Anas pun lebih komunikatif dan inspiratif.

Seperti mengenalkan hasil ekonomi kreatif, mengenalkan digital marketing, berburu oleh-oleh, mengajak tamasya kuliner. Cara ini bagi Anas lebih efektif ketimbang 'membakar orang' untuk menyudutkan pihak lain.

'Kampanye inspiratif, ngajakin mereka makan, kuliner, berburu oleh-oleh dengan fun. Ya, politik meja makan dan fun. Dan banyak respons positif. Kalau dulu mau dapat dukungan harus menyudutkan orang lain, kalau sekarang berubah. Ruang kita masih banyak,' tutur Anas. (dtc/mag)

Komentar