Saksi Kunci E KTP Tewas dengan Luka Tembak

Sabtu, 12 Agustus 2017, 10:00:00 WIB - Peristiwa

nggota DPR Melchias Marcus Mekeng (kiri) bergegas meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (10/8). Melchias Marcus Mekeng diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto terkait kasus tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP elektronik). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Penyidikan kasus korupsi E KTP cukup terganggu dengan tewasnya saksi kunci kasus tersebut Johannes Marliem, di Amerika Serikat. Marliem tewas di kediamannya di Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS). Marliem diduga menembak dirinya sendiri.

Dilansir CBS Los Angeles, Jumat (11/8), kawasan Beverly Grove di Los Angeles ditutup sekitar pukul 05.00 sore waktu setempat sekitar 600 blok dari North Edinburgh Avenue. Reporter media lokal melaporkan seluruh area di sekitar Melrose dan Crescent Heights ditutup.

Peristiwa itu awalnya dari laporan telepon ke FBI yang kemungkinan diteruskan LAPD (Los Angeles Police Department) pada Rabu (9/8) malam. Para petugas yang tiba di lokasi menduga ada seorang anak kecil dan seorang wanita di dalam rumah bersama seorang pria.

Para petugas pun melakukan negosiasi. Pada akhirnya, wanita dan anak kecil itu dibawa keluar oleh laki-laki itu sekitar pukul 07.30 malam. Sementara, laki-laki itu ditemukan tewas di dalam rumah sekitar 02.00, Kamis (10/8) dini hari. Namun belum diketahui pasti apa penyebab laki-laki itu tewas, diduga kemungkinan besar dia menembak dirinya sendiri.

Dari penelusuran, laki-laki itu diduga adalah Johannes Marliem. Kabar tersebut mengonfirmasi postingan di Instagram dari dengan akun mir_at_lgc. Dia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Marliem.

Dia memposting foto bersama Marliem dan seseorang yang disebutnya CEO of Lamborghini. Dalam kolom komentar, ada akun citywhips yang menyebutkan soal insiden The Beverly Grove di mana Marliem tinggal dan diamini oleh akun mir_at_lgc tersebut.

Terkait kasus ini, Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan adanya kabar kematian Marliem, namun KPK, kata Agus, saat ini terus mengecek kabar itu. "Sudah kemarin (dapat kabar Johannes Marliem meninggal dunia), kita juga sedang cari kepastian," ucap Agus.

Marliem merupakan provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) merek L-1 yang akan digunakan dalam proyek e-KTP. Dia disebut merupakan saksi kunci dalam kasus itu.

Agus menyebutkan, kabar kematian Marliem, didapat KPK dari banyak sumber, bukan hanya surat kabar setempat. "Info kita bukan hanya itu, kita dapat info dari banyak sumber," ucap Agus.

Sementara itu, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah hanya mengonfirmasi soal tewasnya Johannes Marliem tanpa merinci lebih jauh. "Saya dapat info Johannes meninggal dunia. Kami belum dapat info rinci karena ini terjadi di Amerika. Proses penyidikan kasus ini akan tetap berjalan. Info lebih rinci otoritas dari aparat pihak setempat," ujar Febri. (dtc/mag)

Komentar