Total US$1,2 miliar, Singapura paling doyan investasi di RI

Senin, 23 April 2012 , 13:21:00 WIB - Korporat

Total US$1,2 miliar, Singapura paling doyan investasi di RI
Singapura (Ist)

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, Singapura masih memimpin sebagai negara terbanyak menanamkan investasinya di Indonesia sebesar US$1,2 miliar atau Rp10,8 triliun pada triwulan I-2012.

"Dia (Singapura) lebih senang mengambil investasi pada SME (sektor UKM) yang lebih sustainable," kata Kepala BKPM yang juga Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, di gedung BKPM, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (23/4).

Selain itu, total investasi asing lainnya, diantaranya adalah dari Jepang sebesar US$0,6 miliar, Korea Selatan sebesar US$0,5 miliar, British Virgin Island US$0,3 miliar, Belanda US$ 0,3 miliar. Posisi investasi Jepang pada triwulan I-2012 melejit ke atas ke posisi kedua disusul oleh Korea Selatan yang melesat dari posisi sebelumnya.

"Jepang melejit ke atas yang tahun lalu di bawah. Korea selatan juga melejit ke atas yang melesat di posisi ke tiga. Korea Selatan didorong oleh Hankook (produsen ban) yang telah mengembangkan pabrik ban mobil di Jawa Barat juga Posco di Banten (baja) terus Santan di sektor LNG," kata Gita.

Gita juga mengatakan, PMA pada triwulan ini, lebih berminat untuk berinvestasi pada sektor pertambangan yang tercatat sebesar US$1,1 miliar, kemudian diikuti sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar US$0,8 miliar, tanaman pangan dan perkebunan senilai US$0,5 miliar, industri logam dasar, logam, mesin dan eletronik US$0,5 miliar dan alat angkutan dan transportasi lainnya senilai US$0,4 miliar.

Reporter : Bowo Santoso
Redaktur : Oki Baren

Become a fan! Email! Linkedin! Follow us! Youtube! Google Plus! Pinterest!

POLLING

  • Pilkada Langsung atau Lewat Parlemen?

    DPR tengah menggodok aturan mengenai pemerintahan daerah. Salah satu hal yang menjadi polemik panas adalah usulan sejumlah fraksi di DPR agar pemilihan kepala daerah tidak dilakukan secara langsung oleh rakyat tetapi kembali melalui DPRD. Setujukah Anda?


    Setuju
    Tidak setuju
    Tidak tahu

    security image
    Masukan Kode captcha :