Selamat siang. Saya, Paramita Iswadi, ingin menanyakan perihal kasus penipuan arisan online. Bagaimana caranya jika saya ingin melanjutkan ke jalur hukum? Terima kasih banyak sebelumnya. Mohon responsnya. 

[email protected]

Jawaban:
Perlu ibu ketahui bahwa penipuan merupakan suatu tindak pidana yang telah diatur dalam Pasal 378 KUHP, berbunyi "Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun." 

Pada umumnya setiap warga negara Indonesia berhak melakukan tindakan hukum apabila merasa dirugikan atas perbuatan pidana yang diduga dilakukan oleh seseorang, kelompok dan/ atau korporasi. Tindakan hukumnya adalah membuat Pengaduan kepada Kepolisian di wilayah dimana dugaan tindakan pidana itu dilakukan. 

Namun, berkaitan dengan penipuan yang ibu pertanyakan adalah penipuan arisan secara online maka dari itu ibu dapat membuat Pengaduan Kepada pihak kepolisian dengan menerapakan Pasal 45 huruf A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, kepada terlapor. 

Pasal tersebut berbunyi: “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik sebagaimana dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1.000.000.000.

Semoga dapat menjawab.

TIM HUKUM GRESNEWS.COM

BACA JUGA: