Langkah Trump "Memanggang" Timur Tengah

Kamis, 07 Desember 2017, 09:00:00 WIB - Internasional

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pertemuan trilateral dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull disela-sela KTT ASEAN di Manila, Filipina, Senin (13/11). (ANTARA)


NEGARA BERDAULAT - Trump berdalih, pengakuan atas Yerusalem sebagai ibukota Israel sebagai bagian dari tujuan untuk mencapai perdamaian dan enjadi keputusan yang tepat. 'Israel adalah negara yang berdaulat dengan hak seperti setiap negara berdaulat lainnya untuk menentukan nasibnya sendiri,' kata Trump seperti diberitakan AFP, Kamis (7/12).

'Pengakuan ini sebagai sebuah fakta penting untuk mencapai perdamaian. Sudah saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Ini tidak lebih dari sekedar pengakuan realitas, ini juga hal yang tepat untuk dilakukan,' sambungnya.

Trump mengatakan keputusannya menandai dimulainya 'pendekatan baru' untuk menyelesaikan konflik berduri antara Israel dan Palestina. Trump menekankan Washington tetap bertekad untuk mengejar kesepakatan damai di wilayah tersebut. 'Perdamaian tidak pernah berada di luar jangkauan mereka yang bersedia mencapainya,' ujarnya.

Sebelumnya, dia menyinggung Presiden AS sebelumnya yang tidak melakukan apa-apa soal Yerusalem. 'Saya pikir ini melampaui batas waktu yang lama. Banyak presiden yang mengatakan ingin melakukan sesuatu dan mereka tidak melakukannya,' kata Trump.


Pengumuman Trump ini dinilai telah menjerumuskan Amerika Serikat ke dalam sebuah perselisihan yang berlangsung selama beberapa dekade terhadap kota yang dianggap suci oleh orang Yahudi, Muslim dan Kristen, serta menghadapi peringatan dari sekutu dan Timur Tengah.

Namun, tentu saja pihak Israel dibuat senan dengan keputusan ini. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik pernyataan Trump. Netanyahu mengatakan setelah pengakuan resmi AS, maka semua perjanjian damai dengan pihak Palestina harus memasukkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Isreal.

Tidak hanya itu, Netanyahu mengajak semua negara untuk mengikuti langkah AS dengan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. '@POTUS Trump, terima kasih atas keputusan bersejarah hari ini untuk mengenali Yerusalem sebagai ibu Kota Israel,' ujar Benjamin melalui akun Twitter resminya, Kamis (7/12).

Menurut Netanyahu, bangsa dan negara Yahudi akan selamanya bersyukur atas keputusan tersebut. 'Orang-orang Yahudi dan negara Yahudi akan selamanya bersyukur,' tulis Netanyahu.

Netanyahu menyampaikan, Yerusalem telah menjadi ibukota Israel selama 3.000 tahun dan ibukota Israel selama 70 tahun. 'Yerusalem telah menjadi fokus dari harapan, impian, doa kami selama 3.000 tahun. Dari setiap penjuru bumi, orang-orang kita rindu untuk kembali ke Yerusalem, untuk menyentuh batu emasnya, untuk berjalan di jalanan yang suci,' tutur Netanyahu. (dtc)


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar