Pembersihan Lawan Politik dan "Sinetron" Kudeta Turki

Senin, 18 Juli 2016, 09:00:00 WIB - Internasional

Dua tentara berjaga di Bandara Turki. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kudeta yang dilakukan militer pada Jumat dinihari, 15 Juli 2016, waktu Turki telah gagal. Presiden Recep Tayyip Erdogan mulai melakukan pembersihan 'pengkhianat' dalam tubuh militer dan pemerintahannya. Namun ada pula yang menyebutkan kudeta ini sekadar sinetron untuk menaikkan pamor sang presiden yang kian redup diterpa berbagai kasus dari soal korupsi hingga hubungannya dengan negara Islam Irak Syiria (ISIS). Apa yang sebenarnya terjadi?

Proses pembersihan terjadi sehari setelah aksi kudeta yang gagal dilancarkan militer. Pembersihan di internal militer dan menyeret para serdadu bahkan para hakim yang dianggap terlibat dalam upaya penggulingan pemerintah sehari seusai percobaan kudeta .

Pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan menahan 2.839 personel militer. 'Jumlahnya kemungkinan bertambah,' kata Perdana Menteri Binali Yildirim, seperti dilaporkan Al Jazeera, Ahad, 17 Juli 2016.

Binali mengumumkan sebanyak 161 warga sipil menjadi martir, 1.440 cedera, lebih dari 2000 prajurit pelaku kudeta, termasuk sejumlah perwira senior, terbunuh dalam upaya penggulingan pemerintah yang sah, namun gagal. Sebanyak 5 jenderal dan 29 kolonel dibebastugaskan.

Adapun pejabat senior lain yang juga tidak bersedia diungkapkan jati dirinya menuturkan kepada Al Jazeera, seorang jenderal juga ditahan karena diduga terlibat dalam upaya makar menggulingkan pemerintah yang sah. 'Jenderal Erdal Ozturk, Komandan Pasukan Ketiga, telah ditahan,' ucapnya.

Menurutnya mereka telah mempersiapkan junta militer selama beberapa waktu. Para pemberontak ini juga telah menyiapkan sejumlah pejabat militer untuk menduduki jabatan sebagai gubernur, kepala badan pemerintahan.

'Ozturk merupakan salah satu otak kudeta,' kata seorang pejabat lain kepada kantor berita Associated Press.

Secara terpisah, sebanyak 182 personel militer dari berbagai jenjang kepangkatan, termasuk sejumlah komandan senior juga ditangkap di bagian tenggara Provinsi Diyarbakir.

Di antara yang ditangkap terdapat Mayjen Metin Akkaya, Komandan Garnisun di wilayah Isparta Mayjen Mustafa Kurutmaz, dan Komandan Pasukan II Turki Jenderal Adem Huduti yang berbasis di Malatya dan bertanggung jawab melindungi perbatasan dengan Suriah, Irak dan Iran.

Selain militer pemerintah juga menangkapi para penegak hukum dari lembaga kehakiman. Bukan hanya hakim biasa para hakim tinggi pun tak luput dari penangkapan ini. 'Lembaga pengadilan tinggi Turki, Hakimler ve Savc─▒lar Yuksek Kurulu (HSYK), juga memecat 2.745 hakim pada Sabtu kemarin,' lapor kantor berita Turki, Anadolu, Ahad ini.

Seorang pejabat senior Turki yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan kepada Al Jazeera, sedikitnya dua hakim Mahkamah Konstitusi Turki dan sepuluh hakim HSYK telah dipecat. Para hakim tersebut ditahan berdasarkan bukti transaksi keuangan dan komunikasi dengan beberapa orang.

Informasi lainnya menyebutkan juga terdapat 5 orang anggota lembaga tinggi HSYK ikut dipecat. Sebanyak 140 anggota Mahkamah Agung masih diperiksa.

HSYK menggelar pertemuan untuk mengambil keputusan apakah sejumlah hakim yang menurut Presiden Erdogan adalah pengikut tokoh spiritual Fethullah Gulen, bisa tetap dalam posisi untuk menjalankan fungsinya. Erdogan menduga Gulen berada di belakang aksi kudeta.


Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar