Skip to: Content
Skip to: Site Navigation
Skip to: Search


Perusahaan minyak dunia yakin mobil listrik sulit terjual

Pendapat senada dikemukakan Exxon bahwa kendaraan tenaga listrik akan selalu lebih mahal dibandingkan kendaraan BBM. Namun perusahaan minyak Royal Dutch Shell punya pendapat berbeda. Menurut Chief Executive, Peter Voser, kendaraan lisrik mencapai 40% dari semua kendaraan yang ada pada tahun 2050.

Editor : M. Achsan Atjo (atjo@gresnews.com)

Foto: kaskus.us

London - Mobil dengan mesin BBM (bahan bakar minyak) akan tetap dominan hingga puluhan tahun ke depan meski berbagai pihak menganjurkan dan mengembangkan kendaraan tenaga listrik.

Laman greencarreports.com mengutip data perusahaan-perusahaan minyak yang tetap yakin bahwa kendaraan listrik di masa mendatangpun tetap saja hanya laku 'sedikit' saja.

Perusahaan minyak Inggris, British Petroleum (BP) menerbitkan data yang memperkirakan bahwa hingga tahun 2030, kendaraan listrik di seluruh dunia hanya 4% dari semua kendaraan.

"Minyak akan tetap dominan untuk transportasi," kata BP Chief Executive Bob Dudley.

"Kami memperkirakan 87 persen transportasi pada 2030 sumber energinya masih menggunakan minyak."

Menurut greencarreports.com, artinya pada tahun itu ada sekitar 64 juta kendaraan di seluruh dunia.

Pendapat senada dikemukakan Exxon bahwa kendaraan tenaga listrik akan selalu lebih mahal dibandingkan kendaraan BBM.

Namun perusahaan minyak Royal Dutch Shell punya pendapat berbeda. Menurut Chief Executive, Peter Voser, kendaraan lisrik mencapai 40% dari semua kendaraan yang ada pada tahun 2050.

Shell memperkirakan bahwa pada 2030, efisiensi mesin BBM telah meningkat dua kali lipat dan sepertiga jumlah kendaraan telah dilengkapi sumber tenaga hybrid.

Komentar Artikel

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Become a fan! Follow us!