- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
1,8 juta "almarhum" masih terdaftar sebagai pemilih di AS
Penelitian tersebut, yang dilakukan oleh organisasi nonpartisan Pew Center on the States, juga mengungkapkan satu dari setiap delapan catatan pemilih berisi ketidaktepatan. Selain itu, tak kurang dari 51 juta orang yang memenuhi syarat sebagai pemilih tak terdaftar untuk ikut dalam pemilihan umum.
Berita terkait :
Washington - Kesalahan administrasi bukan hanya milik negara berkembang seperti negeri ini. Negara adidaya sekaliber Amerika Serikat (AS) pun dapat melakukan kesalahan fatal.
Lebih dari 1,8 juta orang Amerika yang sudah meninggal tetap terdaftar sebagai pemilih aktif, demikian satu studi yang disiarkan Selasa (14/2). Studi itu menggambarkan sistem pendaftaran pemilih di AS sebagai diwabahi kesalahan dan tidak efisien.
Penelitian tersebut, yang dilakukan oleh organisasi nonpartisan Pew Center on the States, juga mengungkapkan satu dari setiap delapan catatan pemilih berisi ketidaktepatan. Selain itu, tak kurang dari 51 juta orang yang memenuhi syarat sebagai pemilih tak terdaftar untuk ikut dalam pemilihan umum.
"Masalah ini menyia-nyiakan dolar pembayar pajak, merusak kepercayaan pemilih dan menyulut pertikaian keberpihakan mengenai integritas pemilihan umum kita," kata lembaga itu seperti dikutip foxnews.com.
Dari rata-rata 24 juta catatan pemilih yang tidak benar di seluruh negeri tersebut, atau 13 persen dari jumlah nasional, lebih dari 1,8 juta adalah orang yang sudah meninggal, demikian temuan pusat itu.
Sebanyak 2,75 juta orang terdaftar di lebih dari satu negara bagian. Sebanyak 12 juta catatan berisi alamat yang tidak benar, yang berarti para pemilih tersebut sudah pindah atau Layanan Pos menghadapi kesulitan untuk menemukan mereka, katanya.
Sebagian kesalahan tersebut dapat dijelaskan melalui kenyataan bahwa satu dari delapan orang Amerika pindah selama tahun pemilihan umum 2008 dan 2010, terutama generasi muda dan anggota militer AS.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus