Skip to: Content
Skip to: Site Navigation
Skip to: Search


Wikileaks: Email dan smartphone diintai massal

Seperti dikutip dari metro.co.uk, WikiLeaks telah membuat daftar 150 organisasi yang mengaku bisa menggunakan ponsel sebagai alat pelacak, memotong pesan dan mendengarkan percakapan.

Editor : M. Achsan Atjo (atjo@gresnews.com)

Julian Assange (Foto: technorati.com)

London - Pendiri WikiLeaks Julian Assange mengatakan bahwa para pengguna smartphone dan email telah 'ditipu' karena adanya "industri pengintaian masal". Informasi telekomunikasi itu dikumpulkan kemudian dijual.

Seperti dikutip dari metro.co.uk, WikiLeaks telah membuat daftar 150 organisasi yang mengaku bisa menggunakan ponsel sebagai alat pelacak, memotong pesan dan mendengarkan percakapan.

Prosedur itu sarat hukum tetapi mengarah kepada sebuah "negara pengintai totalitarian", tambahnya.

"Siapa disini yang punya iPhone? Siapa disini yang pakai Blackberry? Siapa disini yang pakai Gmail? Anda semua tertipu," kata Assange dalam konferensi pers di City University, Inggris.

"Kenyataannya adalah kontraktor intelejen telah menjual hukum saat ini ke negara-negara melalui sistem pengintaian masal untuk semua produk-produk itu."

Ia mengakui bahwa Inggris, AS, Australia, Afrika Selatan dan Kanada terlibat dalam pengembangan 'sistem mata-mata' dan peralatannya telah dijual kepada para diktator dan kaum demokratis dalam upaya memata-matai keseluruhan populasi.

Assange mengatakan WikiLeaks telah melansir 287 dokumen mengenai perusahaan-perusahaan ini yang terkait dengan laman www.spyfiles.org sebagai sebuah serangan dalam industri pengintaian masal ini."

Ia menambahkan bahwa lamannya memancarkan sebuah cahaya pada industri rahasia ini yang telah meledak sejak 11 September 2001 dan itu berharga milyaran dolar per tahunnya."

Komentar Artikel

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Become a fan! Follow us!