Kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence ke Indonesia, tidak melulu harus dimaknai dalam dimensi politik dan ekonomi. Kunjungan Mike juga bisa dimaknai dalam konteks hubungan antara agama, khususnya sikap AS terhadap Islam. 

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence ke Indonesia, tidak melulu harus dimaknai dalam dimensi politik dan ekonomi. Kunjungan Mike juga bisa dimaknai dalam konteks hubungan antara agama, khususnya sikap AS terhadap Islam.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Sukamta menilai, kunjungan Mike Pence ke Indonesia merupakan momentum untuk mendapat penjelasan terkait sikap AS yang menunjukkan permusuhan terhadap dunia Islam di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

"Pertama, terkait dengan executive order dari Presiden Donald Trump yang melarang imigran dari enam negara Muslim untuk berkunjung ke Amerika Serikat," ujar Sukamta, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/4).

Pasalnya, menurut Sukamta, executive order tersebut merupakan bentuk diskriminasi yang tidak sejalan dengan prinsip Hak Asasi Manusia. Bahkan hal tersebut dapat memperburuk hubungan AS dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

Menurutnya, tindakan ini dapat semakin meningkatkan Islamofobia di dunia barat. Sentimen terhadap Muslim dapat meningkat terkait dengan adanya kecurigaan yang berlebihan dari pemerintah AS. "Apabila Islamofobia meningkat, maka keselamatan dan kenyamanan WNI yang berada di luar negeri tentunya akan terganggu," ujar wakil rakyat PKS dari Daerah Pemilihan DIY ini.

Kedua, lanjut Sukamta, terkait dengan tindakan AS yang menyerang Suriah dengan bom berkekuatan besar yang dilakukan tanpa meminta persetujuan PBB terlebih dahulu. Sukamta berpendapat bahwa semakin bertambahnya aktor eksternal yang terlibat maka penyelesaian perang di Suriah pun akan semakin sulit. "Tindakan ini dapat memperparah keadaan di Timur Tengah yang sudah sedemikian rumit," jelas Sekretaris Fraksi PKS ini.

Terkait Islam di Indonesia, Mike Pence sendiri, dalam kunjungannya ini menegaskan pujiannya terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia. "Di negara Anda dan saya, agama mempersatukan, tidak memecah-belah. Dan itu memberikan harapan bagi kita untuk masa depan", kata Pence ketika dijamu Presiden Jokowi di Istana Negara.

Hal senada juga disampaikan Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Arrmanatha Nasir. Dia menyebut Pence memuji kerukunan umat beragama di Indonesia. Menurut Pence, hal itu bisa menjadi inspirasi dunia.

"Seperti yang saya sampaikan, Indonesia dan AS sama-sama negara demokrasi besar. Mike Pence menyampaikan Indonesia sebagai inspirasi dunia. Karena di Indonesia ini ada kerukunan beragama di tengah kemajemukan di Indonesia yang juga di saat bersamaan memiliki penduduk Islam terbesar di dunia. AS bekerja sama dengan Indonesia terus mendorong pluralisme dan demokrasi harmonis," ucap Tata, sapaan akrab Arrmanatha, dalam press briefing di kantornya, Jalan Pejambon, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/4).

Tata menyebut, kunjungan ini juga menunjukkan komitmen kepercayaan administrasi baru AS terhadap peran Indonesia, baik di ASEAN maupun di kawasan secara umum. "Dari sini terlihat sebuah kesiapan dan komitmen AS untuk menjalan kerja sama yang baik antara Indonesia-AS," tutur Tata.

Tata mengatakan kunjungan Pence merupakan bentuk kepercayaan AS kepada Indonesia. Dia mencontohkan, sementara Pence mengunjungi Jepang dan Australia sebagai kunjungan balasan, sedangkan Indonesia bukanlah kunjungan balasan.

"Wapres AS ini mengunjungi Jepang dan Australia juga. Tapi sebelumnya kedua negara itu sudah duluan mengunjungi AS, jadi bisa dibilang AS ke sana untuk melakukan kunjungan balasan. Namun kita (Indonesia) belum sempat ke sana. Oleh karena itu, ini menunjukkan adanya kepercayaan yang tinggi oleh AS kepada Indonesia," ucapnya.

TERORISME - Meski mengemukakan pandangan positif terhadap Islam, Pence tetap menegaskan, AS tetap berkomitmen kuat memberantan terorisme. Karena itu, AS-Indonesia juga memperkuat kerjasama dalam memberantas terorisme.

Terkait masalah ini, Pence sempat mengucapkan belasungkawa atas teror yang terjadi pada Januari 2016 lalu di Jakarta yang menewaskan lima orang. Teror yang berkaitan dengan kelompok yang disebut dengan ISIS ini, menurut Pence, juga tidak asing bagi Amerika. "Di bawah pemerintahan Presiden Trump kami dengan teguh berkomitmen untuk terus berkolaborasi menjaga keamanan warga kedua negara," ujarnya.

Pence menyayangkan Indonesia kini tak asing lagi terhadap serangan terorisme, sama seperti yang dialami negaranya. Untuk itu, perlu ada penguatan kerja sama di antara kedua negara buat menangkal tindakan terorisme. "Yang kami sayangkan, Indonesia tidak lagi asing terhadap serangan teror, seperti juga AS," kata Pence.

Pence mengatakan dia pernah membahas serangan teroris yang terjadi di Jakarta, tepatnya di kawasan Jl MH Thamrin, beberapa waktu lalu dengan Presiden AS Donald Trump. "Kami menyampaikan dukacita yang sangat mendalam untuk rakyat Anda, ketika serangan ini memakan 5 korban jiwa dan melukai lusinan lainnya. Kami yakinkan kepada Anda dan rakyat Indonesia bahwa kami sangat berdukacita dan warga AS berdoa bagi keselamatan RI," kata Pence.

Pence juga menegaskan Amerika Serikat akan selalu bersama Indonesia dalam menghadapi terorisme. "AS berdiri bersama Indonesia untuk mengutuk dan menghadapi aksi-aksi teror. Kami juga akan terus bekerja bersama Indonesia untuk mempertahankan rule-based system yang menjadi fondasi bagi perdamaian dan kesejahteraan ASEAN," ujar dia.

Pence mengatakan Presiden AS Donald Trump menegaskan kemitraannya dengan Indonesia serta mendeklarasikan komitmen untuk memperkuat jalinan persahabatan, perdagangan, dan keamanan.

"Hari ini saya dengan percaya diri menyatakan kemitraan tersebut harus dilanjutkan untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan Asia Tenggara demi manfaat untuk negara kita berdua serta dunia," tutur Pence.

Pence juga menyampaikan rasa simpatinya terhadap teror penembakan di boulevard Champs-Élysées, Paris, Prancis. Dia menegaskan Amerika dan Indonesia akan bekerja sama melawan terorisme.

"Sejenak kita singgung serangan teroris yang baru saja terjadi. Hal itu adalah sebuah peringatan bahwa serangan teror bisa terjadi di mana saja, kapan pun, di mana warga Indonesia dan Amerika Serikat sudah pernah merasakannya," kata Pence.

Pence mengajak seluruh negara dan masyarakat untuk berani melawan tindakan terorisme. Pence menyebut Amerika tidak akan berhenti melawan terorisme. "Dan, kita (Indonesia dan Amerika Serikat) tidak akan berhenti bekerja sama melawan terorisme yang tak menentu ancamannya. Terima kasih sudah memberi kesempatan untuk menyinggung masalah ini," kata Pence. (dtc)