Mike Pence dan Kejelasan Sikap AS Terhadap Islam

Sabtu, 22 April 2017, 13:42:59 WIB - Internasional

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael R. Pence memberi sambutan dalam Business Leaders and Commercial Deal Signing, Jakarta, Jumat (21/4). Kedatangan Michael R. Pence ke Indonesia membahas kerja sama strategis Indonesia dan Amerika, mulai dari demokrasi, perdamaian dunia, hingga hubungan dagang kedua negara. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence ke Indonesia, tidak melulu harus dimaknai dalam dimensi politik dan ekonomi. Kunjungan Mike juga bisa dimaknai dalam konteks hubungan antara agama, khususnya sikap AS terhadap Islam.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Sukamta menilai, kunjungan Mike Pence ke Indonesia merupakan momentum untuk mendapat penjelasan terkait sikap AS yang menunjukkan permusuhan terhadap dunia Islam di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

"Pertama, terkait dengan executive order dari Presiden Donald Trump yang melarang imigran dari enam negara Muslim untuk berkunjung ke Amerika Serikat," ujar Sukamta, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/4).

Pasalnya, menurut Sukamta, executive order tersebut merupakan bentuk diskriminasi yang tidak sejalan dengan prinsip Hak Asasi Manusia. Bahkan hal tersebut dapat memperburuk hubungan AS dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

Menurutnya, tindakan ini dapat semakin meningkatkan Islamofobia di dunia barat. Sentimen terhadap Muslim dapat meningkat terkait dengan adanya kecurigaan yang berlebihan dari pemerintah AS. "Apabila Islamofobia meningkat, maka keselamatan dan kenyamanan WNI yang berada di luar negeri tentunya akan terganggu," ujar wakil rakyat PKS dari Daerah Pemilihan DIY ini.

Kedua, lanjut Sukamta, terkait dengan tindakan AS yang menyerang Suriah dengan bom berkekuatan besar yang dilakukan tanpa meminta persetujuan PBB terlebih dahulu. Sukamta berpendapat bahwa semakin bertambahnya aktor eksternal yang terlibat maka penyelesaian perang di Suriah pun akan semakin sulit. "Tindakan ini dapat memperparah keadaan di Timur Tengah yang sudah sedemikian rumit," jelas Sekretaris Fraksi PKS ini.

Terkait Islam di Indonesia, Mike Pence sendiri, dalam kunjungannya ini menegaskan pujiannya terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia. "Di negara Anda dan saya, agama mempersatukan, tidak memecah-belah. Dan itu memberikan harapan bagi kita untuk masa depan", kata Pence ketika dijamu Presiden Jokowi di Istana Negara.

Hal senada juga disampaikan Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Arrmanatha Nasir. Dia menyebut Pence memuji kerukunan umat beragama di Indonesia. Menurut Pence, hal itu bisa menjadi inspirasi dunia.

"Seperti yang saya sampaikan, Indonesia dan AS sama-sama negara demokrasi besar. Mike Pence menyampaikan Indonesia sebagai inspirasi dunia. Karena di Indonesia ini ada kerukunan beragama di tengah kemajemukan di Indonesia yang juga di saat bersamaan memiliki penduduk Islam terbesar di dunia. AS bekerja sama dengan Indonesia terus mendorong pluralisme dan demokrasi harmonis," ucap Tata, sapaan akrab Arrmanatha, dalam press briefing di kantornya, Jalan Pejambon, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/4).

Tata menyebut, kunjungan ini juga menunjukkan komitmen kepercayaan administrasi baru AS terhadap peran Indonesia, baik di ASEAN maupun di kawasan secara umum. "Dari sini terlihat sebuah kesiapan dan komitmen AS untuk menjalan kerja sama yang baik antara Indonesia-AS," tutur Tata.

Tata mengatakan kunjungan Pence merupakan bentuk kepercayaan AS kepada Indonesia. Dia mencontohkan, sementara Pence mengunjungi Jepang dan Australia sebagai kunjungan balasan, sedangkan Indonesia bukanlah kunjungan balasan.

"Wapres AS ini mengunjungi Jepang dan Australia juga. Tapi sebelumnya kedua negara itu sudah duluan mengunjungi AS, jadi bisa dibilang AS ke sana untuk melakukan kunjungan balasan. Namun kita (Indonesia) belum sempat ke sana. Oleh karena itu, ini menunjukkan adanya kepercayaan yang tinggi oleh AS kepada Indonesia," ucapnya.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar