KPK Buru "Pasukan" Pengepul Uang Suap Bupati Klaten

Senin, 09 Januari 2017, 09:00:45 WIB - Hukum

Bupati Klaten periode 2016-2021, Sri Hartini berusaha menutupi wajahnya dari sorotan kamera jurnalis saat di gelandang ke mobil tahanan KPK,Sabtu (31/12).(Edy Susanto/Gresnews.com)



PENGACARA AKUI PERAN ANAK BUPATI - Dikonfirmasi terpisah pengacara Hartini, Deddy Suwardi mengaku tidak tahu banyak mengenai uang Rp3,2 miliar yang sebagian ditemukan di kamar Andy. Namun ia menduga uang tersebut milik Hartini yang dititipkan kepada anaknya.

"Mungkin uangnya Bu Hartini juga, saya belum klarifikasi, saya belum lihat buktinya. Katanya dititipkan siapa. Dikasih Bu Hartini saya kira begitu," ujar Deddy saat dihubungi gresnews.com, Minggu (8/1).

Mengenai peran Andy sendiri Deddy juga enggan berkomentar banyak. Namun saat ditanya apakah anak sulung bupati itu merupakan pengumpul uang suap ia tidak membantahnya. Menurut Andy, KPK saat ini juga telah mengetahui informasi mengenai peran Andy dalam perkara korupsi ini.


"KPK sudah paham apa yang terjadi tapi kita akan melihat sejauh mana, Bu Hartini terbuka dan akan bekerjasama dengan KPK," tutur Deddy.

Deddy mengatakan kliennya akan bekerjasama dengan KPK untuk mengungkap kasus ini, termasuk menjerat aktor lainnya. Meskipun dalam pengembangannya nanti ditemukan keterlibatan anak Hartini, Andy Purnomo dalam perkara tersebut.

"Membuka selama ini yang terjadi, siapa-siapa saja yang terlibat, dan saya rasa tidak menutup kemungkinan untuk ini. Kalau lugunya aja dalam konteks anaknya ada kedekatan atau apa dimintai tolong dari temennya bisa mungkin-mungkin juga kita tidak tahu persisnya," pungkas Deddy.

Peran anak Bupati kata Deddy, bisa saja terjadi karena mempunyai kedekatan dengan pejabat Pemkab Kebumen lain yang tergabung dalam Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Badan ini, kata Deddy diketuai oleh Sekda Klaten dan mempunyai peran untuk menempatkan siapa saja yang berhak menduduki jabatan tertentu di wilayah tersebut.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar