Dua Bidikan Kasus untuk Ahmad Bambang

Minggu, 05 Maret 2017, 09:00:00 WIB - Hukum

Mantan Wakil Direktur Pertamina Ahmad Bambang berjalan keluar Gedung Bundar usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/2). Ahmad Bambang diperiksa penyidik Jampidsus Kejagung selama sepuluh jam sebagai saksi terkait dugaan korupsi penyediaan kapal Transko Andalas dan Transko Celebes di Pertamina saat dirinya menjabat sebagai Direktur Utama PT. Pertamina Transkontinental. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Sekali membuka borok korupsi di PT Pertamina Transkontinental (PT PTK), Kejaksaan membidik dua kasus sekaligus untuk mantan Wadirut PT Pertamina, Ahmad Bambang. Pertama kasus dugaan korupsi penyediaan dan operasi kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) Kapal Transko Andalas dan Kapal Transko Celebes tahun anggaran 2012-2014. Terbaru kasus dugaan pengadaan kapal mooring boat dan pilot passenger boat.

Pada Kamis (2/3) Ahmad Bambang kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus yang terbaru tersebut. "Ya, yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi pengadaan mooring boat," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Moh Rum, Minggu (5/3).

Namun penerangan hukum Kejaksaan Agung belum memberikan informasi posisi dalam kasus yang baru tersebut. Dijelaskan, jika tim penyidik tengah mengusut kasus di PT PTK.

Ahmad Bambang sendiri usai diperiksa pada Kamis, irit bicara. Dia meminta agar gresnews.com meminta penjelasan pada tim kuasa hukumnya.



Kuasa hukum Ahmad Bambang, Djaka Sutrasta menyampaikan jika kliennya diperiksa sebagai saksi dalam kasus pengadaan kapal. Djaka mengatakan kasus yang disidik Kejaksaaan Agung adalah kasus lama.

"Beliau diperiksa sebagai saksi terkait kasus mengadaan mooring boat dan pilot passenger boat, bukan AHTS," kata Djaka kepada gresnews.com.

Disoal lebih jauh tentang kasus tersebut, Djaka enggan menjelaskan. Dia berdalih belum berbicara banyak dengan kliennya soal kasus tersebut. Djaka hanya menjelaskan jika rekanan pengadaan dalam kasus ini adalah PT Tri Ratna Diesel Indonesia.

Dari penelusuran gresnews.com, kasus pengadaan yang melibatkan rekanan PT Tri Ratna Diesel adalah pengadaan dan pembangunan galangan kapal di proyek Donggi Senoro LNG. Penunjukan PT Tri Ratna diduga bermasalah. Dalam kasus ini, Ahmad Bambang yang saat itu sebagai Dirut PT PTK.

Dari dokumen Minutes of Meeting (MOM) Vessel Procurement Commitee PTK tertanggal 27 November 2013, proyek tersebut adalah pembangunan galangan kapal harbour tug, di mana peserta tendernya adalah Geumgang Shipbuilding Ltd, PT Batarnec, PT Drydocks World. Di mana akhirnya direksi PTK sepakat menunjuk Geumgang sebagai pelaksana pembangunan empat unit harbour tug 60 ton bollard pull.

Kemudian, pembangunan galangan small marine vessels di Donggi Senoro LNG. Peserta tendernya PT Tesco Indomaritim dan PT Tri Ratna Diesel Indonesia. Akhirnya tender dimenangkan oleh Tri Ratna.

Sebelum ini, Senin (20/2) Bambang diperiksa terkait kasus pengadaan kapal AHTS Transko Andalas dan Transko Celebes pada PT PTK tahun 2012-2014.

Selain Bambang, delapan jajaran Direksi PT PTK telah diperiksa Endang Sri Siti selaku mantan Direktur Keuangan, Joni H (mantan Direktur Operasional), Adam Marselan (Manager Keuangan/Anggota Tim Pengadaan Kapal dan Gita Dewi Aprilia (Manager Legal dan Compi Lancance).

Lalu, Nurkasa Siregar (Corporate Secretary), Ahmad Zainullah Santoso (mantan Sekretaris Pengadaan Kapal), Ana Yuliati (mantan Manager Akunting) dan Ginik Windaryati (Manager Treasury).

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar