Ratusan Juta Uang Suap Alkes Banten Mengalir ke Rano Karno?

Kamis, 16 Maret 2017, 09:00:04 WIB - Hukum

Pensiunan Kepala Dinas Kesehatan Banten Djaja Buddy Suhardja (kanan) dan Mantan Sekretaris Dinkes Banten Ajat Drajat Ahmad Putra (kiri) berjalan saat jeda sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan RS Rujukan Pemerintah Provinsi Banten di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (15/3). Dalam sidang tersebut, kedua saksi menyebutkan Rano Karno menerima uang Rp 700 juta lewat ajudannya. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM – Nama Gubernur Banten Rano Karno kembali disebut dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta. Rano konon menerima uang lebih dari Rp700 juta terkait proyek pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten yang berujung rasuah.

Dalam sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Djadja Buddy Suhardja sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan. Djadja sendiri mengakui memberikan sejumlah uang kepada Rano yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten.

Awalnya, Jaksa KPK Budi Nugraha menanyakan keterangan Djadja yang tertera dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditandatanganinya. Dalam BAP yang dimaksud, Djadja menyatakan jika ia memberikan uang secara bertahap kepada Rano dengan nilai lebih dari Rp700 juta.

"(Sebagian uang) ada yang langsung saya serahkan kepada beliau (Rano Karno)," kata Djadja di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (15/3).



Djadja menceritakan dalam berita acara periksaan (BAP) jika pemberian uang tersebut mulanya dari permintaan Yadi, ajudan Rano Karno. Uang tersebut merupakan fee atau imbalan sebesar 0,5 persen dari proyek pengadaan alat kesehatan sebesar Rp208 miliar.

Djadja sendiri mengaku jika ia memberikan uang kepada Rano sebanyak empat kali masing-masing Rp50 juta. Uang tersebut belum termasuk pemberian yang diberikan melalui Yadi yang totalnya lebih dari Rp700 juta.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar