Sanksi International dan Penegakan Hukum Balon Udara Liar

Kamis, 29 Juni 2017, 15:00:00 WIB - Hukum

Warga melepas balon dalam rangka perayaan Lebaran Ketupat di Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (24/7). Lebih dari seribu balon udara atau balon asap dilepas secara sporadis oleh masyarakat muslim daerah itu untuk memeriahkan pesta rakyat Lebaran Ketupat pada H+8 Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Tradisi menerbangkan balon udara di Hari Raya Lebaran ternyata punya dampak serius dan mengancam keselamatan penerbangan. Bahkan pelaku yang menerbangkan balon udara liar bisa terkena hukuman berat sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Lebih dari itu, Indonesia juga bisa terkena sanksi dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) berupa larangan penerbangan internasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, menegaskan pelarangan menerbangkan balon secara liar telah diatur dalam Undang-undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Balon udara dianggap mengganggu lalu-lintas penerbangan dan membahayakan penumpang pesawat.

"Barang siapa yang melepas pesawat udara, termasuk balon udara, yang membahayakan pesawat lain, yang membahayakan penumpang, yang membahayakan masyarakat, diancam pidana 2 tahun penjara plus denda Rp 500 juta," kata Agus saat meninjau angkutan lebaran di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Rabu (28/6).

Sementara, General Manager AirNav Indonesia Kantor Cabang Surakarta, Hengky Poluan, menambahkan bahwa selama ini telah terdapat 33 laporan mengenai balon udara. Balon udara yang ditemui para pilot, yakni berdiameter mencapai 15 meter.



Selain membahayakan keselamatan penumpang, fenomena balon udara tersebut juga dapat mengancam citra Indonesia di mata internasional. "Ini berbahaya kalau sampai masuk wilayah jalur internasional, misalnya Bangkok, Brisbane, Melbourne, dan sebagainya. Kita bisa kena penalti seperti dahulu yang diblacklist enggak boleh terbang ke Eropa," kata Hengky.

Ancaman lain, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) bisa memberikan red notice melarang penerbangan internasional yang melintasi wilayah Jawa Tengah.

"Malulah kita, Kemenhub dan AirNav masa tidak bisa menjaga itu. Kita tidak hanya bicara Jawa Tengah, tapi kita menjaga nama baik bangsa yang menjamin keselamatan bagi penerbangan internasional," tutupnya.

Salah satu daerah yang kerap melakukan penerbangan balon udara adalah di Kabupaten Magelang. Untuk mencegah hal tersebut Polres Magelang mengerahkan Satuan Binmas (Pembinaan Masyarakat) dan Intel untuk berkeliling di seluruh wilayah melarang warga melakukan penerbangan balon udara. Kalau warga nekat, akan ditindak tegas.

"Kita upayakan imbauan atau tindakan preventif oleh Satuan Binmas dan Intel. Jangan sampai nanti kecolongan ada penerbangan balon yang membahayakan," ujar Kapolres Magelang, AKBP Hindarsono, kepada wartawan, Rabu (28/6).

Menurutnya, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan surat edaran yang ditindaklanjuti oleh Kapolda Jawa Tengah dengan memerintahkan seluruh Kapolres untuk mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan balon.

Untuk sementara ini, kata dia, kepolisian baru memberikan peringatan sebatas imbauan dan larangan. "Kalau memang sudah diimbau tapi tetap menerbangkan balon, berarti sudah melanggar aturan. Nanti akan kita berikan tindakan tegas," katanya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Bupati Magelang, Zaenal Arifin. Dia juga meminta warganya untuk tidak menerbangkan balon udara. "Sudah jelas ada surat edaran yang secara resmi melarang penerbangan balon udara karena mengganggu lalu-lintas udara. Seperti yang kita ketahui, lalu-lintas udara saat ini sangat padat sekali, bahkan di malam hari," jelasnya.

Menurutnya, penerbangan balon akan membahayakan pesawat jika sampai material balon tersangkut baling-baling atau lainnya.

Sebelumnya, General Manager Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Ahmad Yani Semarang, Maryanto, memaparkan balon berisi nitrogen berbahaya bagi penerbangan dan sudah banyak laporan dari pilot yang masuk.

"Pelepasan balon biasanya banyak dilakukan di daerah Wonosobo, Magelang, dan Cilacap. Kemungkinan terbawa angin sehingga arahnya bisa di atas Semarang," kata Maryanto.

Langkah antisipasi sudah dilakukan dengan menggandeng kepolisian. Sebanyak 3 balon besar telah diamankan sebelum diterbangkan di Desa Kembaran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar