Memburu Dalang Korupsi di PT Pertamina Transkontinental

Kamis, 16 Maret 2017, 21:00:56 WIB - Hukum

Gedung PT Pertamina (Persero) (Edy Susanto/Gresnews.com)


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung meyakini akan bisa mengungkap dalang kasus korupsi di PT Pertamina Transkontinental (PT PTK). Penyidik saat ini masih mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap dua kasus di anak usaha PT Pertamina itu.

Dari pemeriksaan mantan Direktur Utama PT PTK Ahmad Bambang, penyidik kian meyakini segera mengungkap siapa otak pelaku korupsi yang merugikan negara hingga Rp180 miliar. "(Ahmad Bambang) sudah kita periksa, kita kumpulkan data-data dulu dari saksi lain untuk menetapkan tersangka," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah di Kejaksaan Agung, Kamis (16/3).

Dua kasus korupsi di PT PTK itu, pertama kasus korupsi penyediaan dan operasional kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) Kapal Transko Andalas dan Kapal Transko Celebes tahun anggaran 2012-2014. Kedua, kasus dugaan korupsi pengadaan kapal mooring boat dan pilot passenger boat.

Ahmad Bambang sebelumnya menjalani pemeriksaan kasus penyediaan kapal AHTS pada 20 Februari 2017. Pada Kamis (2/3) ia kembali menjalani pemeriksaan terkait kasus pengadaan kapal mooring boat. "Dua-duanya masih penyidikan umum belum penetapan tersangka," ungkap Arminsyah.



Kepada wartawan Ahmad Bambang tak banyak bicara soal kasus pengadaan kapal Mooring Boat. Namun kuasa kukumnya, Djaka Sutrasta menyatakan kasus dugaan korupsi Kapal Mooring Boat, merupakan kasus lama yang disidik Kejaksaan Agung. Djaka hanya menjelaskan jika rekanan pengadaan dalam kasus ini adalah PT Tri Ratna Diesel Indonesia.

Proyek ini terkait pengadaan dan pembangunan galangan kapal di proyek Donggi Senoro LNG. Penunjukan PT Tri Ratna diduga bermasalah. Dalam kasus ini, Ahmad Bambang yang saat itu menjadi Dirut PT PTK adalah pihak yang dinilai turut bertanggungjawab.

Dari dokumen Minutes of Meeting (MOM) Vessel Procurement Commitee PTK tertanggal 27 November 2013, disebutkan proyek tersebut berupa pembangunan galangan kapal harbour tug, di mana peserta tendernya antara lain Geumgang Shipbuilding Ltd, PT Batarnec, PT Drydocks World. Di mana akhirnya direksi PTK sepakat menunjuk Geumgang sebagai pelaksana pembangunan empat unit harbour tug 60 ton bollard pull.

Sedang, pembangunan galangan small marine vessels di Donggi Senoro LNG, peserta tendernya antara lain PT Tesco Indomaritim dan PT Tri Ratna Diesel Indonesia. Dimana akhirnya tender dimenangkan oleh Tri Ratna.

Hingga saat ini, delapan mantan Direksi PT PTK telah diperiksa. Mereka diantaranya Endang Sri Siti selaku mantan Direktur Keuangan, Joni H (mantan Direktur Operasional), Adam Marselan (Manager Keuangan/Anggota Tim Pengadaan Kapal dan Gita Dewi Aprilia (Manager Legal dan Compi Lancance). Lalu, Nurkasa Siregar (Corporate Secretary), Ahmad Zainullah Santoso (mantan Sekretaris Pengadaan Kapal), Ana Yuliati (mantan Manager Akunting) dan Ginik Windaryati (Manager Treasury).

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar