Beban KPK Selesaikan Ratusan Nama Tersangkut Korupsi

Selasa, 10 Januari 2017, 21:00:24 WIB - Hukum

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo usai memberikan keterangan pers terkait kinerja KPK selama tahun 2016, Senin (9/1). (Edy Susanto/Gresnews.com)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengkaji sejumlah nama yang disebut secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi. Setidaknya ada 180 nama dari putusan pengadilan yang menyebut adanya pihak lain yang turut serta melakukan tindakan rasuah.

Ahli Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan KPK harus menuntaskan berbagai perkara yang saat ini menunggak, termasuk 180 nama yang disebut turut bersama-sama dalam melakukan korupsi. Dalam konteks Pasal 55 KUHAP, menurut Fickar, terdapat perluasan arti tersangka atau terdakwa.

"Tindak pidana, tidak bisa memilih, sepanjang ada bukti maka harus diteruskan, siapapun dia karena itu diakomodir oleh konsep tersangka atau terdakwa. tidak hanya orang yang melakukan tetapi turut serta, membantu, membujuk, Pasal 55 itu memperluas arti terdakwa, kecuali kadaluarsa atau ada musibah, kalau tidak ada mereka harus dituntut semua," terang Fickar kepada gresnews.com, Selasa (10/1).

Saat ditanya bagaimana jika dalam 180 nama itu terdapat kasus besar yang melibatkan tokoh-tokoh tertentu menurut Fickar hal tersebut bukanlah menjadi masalah. Sebab, dalam suatu tindak pidana, semua kasus dalam kedudukannya di depan hukum adalah setara.



KPK, kata Fickar harus menuntaskan seluruh perkara tersebut termasuk kasus Century. Jika ada pelimpahan perkara atau supervisi kepada lembaga lain, maka Agus Rahardjo cs harus tetap mengawasi proses hukumnya hingga mendapat putusan pengadilan.

"Yang penting penyidikannya dipegang KPK, kalau selesai itu bisa join dengan kejaksaan. Pada dasarnya semua kasus derajatnya sama tentang nama besar faktor sosiologis, menimbulkan opini. secara hukum tidak ada pengaruhnya," terang Fickar.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar