Kejaksaan Terus Korek ´Borok´ Korupsi Pertamina

Kamis, 09 Februari 2017, 19:00:22 WIB - Hukum

Kantor PT. Pertamina Patra Niaga. (pertaminapatraniaga.com)


JAKARTA, GRESNEWS.COM - Satu lagi kasus korupsi di lingkungan perusahaan minyak negara PT Pertamina diusut Kejaksaan Agung. Kali ini terkait kasus dugaan korupsi pembayaran jasa Transportasi dan Handling BBM fiktif oleh PT. Pertamina Patra Niaga kepada PT. Ratu Energy Indonesia Tahun Anggaran 2010-2014.
Dalam kasus ini Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung telah menetapkan empat tersangka. Penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik melakukan gelar perkara dan menganggap perkara tersebut cukup bukti.

Keempat tersangka itu adalah Direktur Pemasaran PT. Patra Niaga Tahun 2008 - awal 2011, Sidhi Widyawan (SW). Lalu Johan Indrachmanu (JI) selaku Vice President National Sales 2 PT. Pertamina Patra Niaga Tahun 2010 s.d. 2012 yang saat menjabat Direktur Marketing PT. Utama Alam Energi. Kemudian CGH Direktur Operasional PT. Ratu Energy Indonesia, dan Eddy selaku Manager Operasional PT. Hanna Lines.

"Dari bukti-bukti yang ada empat orang telah ditetapkan tersangka," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Moh Rum, Kamis (9/2).

Untuk mendalami peran masing-masing tersangka, tim penyidik telah memeriksa Zecye Melicha Palijama, Sales Administrasi Key Account KKKS dan Rezki Susan Sales Administrasi PT. Pertamina Patra Niaga. Kedua saksi dalam keterangannya menjelaskan hubungan dengan empat tersangka.



"Sudah ada 30 saksi kita periksa untuk mengungkap lebih jauh kasus ini. Kerugian negara sementara Rp73 miliar," terang Rum.

Diketahui, PT Patra Niaga bekerjasama dengan PT Hanalien (PT HL) dan PT REI untuk penyaluran BBM ke PT Total E&P Indonesia atau PT Tepi. PT Patra kemudian mengajukan anggaran sebesar Rp72,15 miliar ke PT Pertamina untuk pembayaran ke PT REI. Dana sebesar RP72,15 miliar kemudian cair. Namun faktanya, belakangan diketahui dana tersebut tidak dibayarkan.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar