Komitmen Menyeret Semua Koruptor Siap Siar TVRI

Senin, 24 Oktober 2016, 19:00:13 WIB - Hukum

Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan) bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kedua kanan), MenkumHAM Yassona Laoly (kanan), Jaksa Agung Prasetyo (tengah), serta Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Dwi Priyatno (kiri) bersiap memaparkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo di Jakarta, Jumat (21/10). (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kasus dugaan korupsi pengadaan Program Siap Siar LPP TVRI pada paket kartun animasi anak dan paket FTV anak-anak Tahun Anggaran 2012‎ jilid II terus dikembangkan penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung. Ada penggunaan anggaran bidang lain di TVRI yang diduga langgar hukum sehingga merugikan negara sebesar Rp2 miliar.

Sejauh ini baru Hendrik Handoko (HH) sebagai pihak rekanan yang ditetapkan tersangka. Namun penyidik masih menelusuri pihak TVRI yang diduga ikut bermain dalam kasus ini.

"(Tersangka HH) Sudah dilimpahkan penuntutan, intinya kami masih kembangkan terus," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Fadil Zumhana di Kejaksaaan Agung, Senin (24/10).

Meskipun kasus ini pengembangan kasus sebelumnya, jaksa menyatakan aktornya berbeda. Namun Fadil enggan berandai-andai siapa aktor lain dalam kasus ini karena masih ditelusuri.

Fadil menyatakan, pengembangan ini sebagai bagian program zero outstanding yang tengah dijalankan Jaksa Agung HM Prasetyo. Mantan Kajati NTB menjelaskan berkas perkara tersangka HH telah dilimpahkan ke penuntutan oleh tim penyidik. Artinya perkara ini bakal segera masuk ke persidangan.

"Semua selesaikan, kami habiskan tunggakan," jelas Fadil.

Untuk mengungkap korupsi Siap Siar Jilid II, penyidik telah memeriksa Direktur Utama TVRI Farhat Syukri. ‎Dalam pemeriksaan Farhat Syukri menerangkan soal pergeseran anggaran dan paket pekerjaan Program Siap Siar LPP TVRI Tahun Anggaran 2012 pada paket kartun animasi anak dan paket FTV Anak-anak.

Penyidik juga memeriksa Tribowo Kriswarso jabatan Direktur Umum TVRI. Erina Herawaty. C selaku Direktur Teknik TVRI dan Elprosat selaku Ketua Dewan Pengawasan TVRI.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar