Kisah Pengusaha tentang Cacatnya Tender E-KTP

Sabtu, 18 Maret 2017, 21:00:00 WIB - Hukum

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Jabodetabek dan Banten menggelar aksi di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/3). Dalam aksinya BEM mendukung KPK untuk mengusut tuntas kasus megakorupsi pengadaan e-KTP yang menyeret sejumlah nama besar serta menolak Revisi UU KPK oleh DPR karena dianggap sebagai upaya untuk melemahkan KPK. (ANTARA)

JAKARTA, GRESNEWS.COM - Berbagai kejanggalan pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) ternyata sudah terlihat sebelum kasus ini menguak ke permukaan. Salah satunya berkaitan dengan pengadaan tender awal dalam pengerjaan proyek tersebut.

Salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah Winata Cahyadi, Direktur Utama PT Karsa Wira Utama yang mengaku pernah diminta melobi para anggota dewan untuk mendapat proyek tersebut. Ini merupakan sidang kedua dengan terdakwa mantan Dirjen Dukcapil Irman dan juga mantan PPK dalam proyek e-KTP Sugiharto.

Kejadian itu diketahui ketika Ketua Majelis Hakim John Halasan Butarbutar membacakan Berita Pemeriksaan Acara (BAP) milik Winata. "Saya ketemu Rasyid Saleh (mantan Dirjen Adminduk), saya bilang diajak Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Irman untuk lobi DPR, Rasyid Saleh kaget dan bilang tidak kenal Andi Agustinus," kata Hakim John membacakan BAP milik Winata di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (16/3).

Winata membenarkan keterangannya itu. Kemudian ia menceritakan kejadian itu terjadi pada 2010 lalu di Hotel Crown, Jakarta. Ketika itu ia dipanggil untuk datang ke lokasi tersebut dan disana ternyata ada Andi Agustinus, seorang pengusaha yang "sudah didaulat" untuk mengerjakan proyek dan juga Irman yang masih menjabat sebagai Dirjen.



"Disana Andi bilang, you kan yang menang, ada lagi nih proyek nasional, saya interest, tapi saya enggak mau ikut-ikutan ambil komisi, lalu saya masuk perusahaan kamu dan tanda tangan proyek e-KTP, untuk golkan proyek saya harus lobi DPR, saya yang keluarin uang, dapet proyek uang saya kembali," kata Winata.

Perusahaan milik Winata memang telah beberapa kali memenangkan proyek pengadaan KTP dalam bentuk kertas. Salah satunya pada 2009 ketika Kemendagri mengadakan Pilot Project (pelaksanaan kegiatan proyek percontohan yang dirancang utuk pengujian program tertentu) di 6 daerah, Winata lah yang memenangkannya.

Namun Winata menolaknya, ketika itu ia menceritakan hal tersebut kepada mantan Dirjen Adminduk Kemendagri, Rasyid Saleh dan juga dengan beberapa staf di kantornya. Rasyid sendiri ketika itu mengaku kaget dan mengatakan jika dirinya tidak mengenal sosok Andi Narogong.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar