Membidik Direksi PT Pertamina Transkontinental dalam Kasus Pengadaan Kapal

Kamis, 16 Februari 2017, 19:00:18 WIB - Hukum

General Manager Pertamina RU III Eman Salman Arief (kedua kanan) bersama General Manager Pertamina MOR II Sumbagsel Herman M Zaini (ketiga kiri) dan SMOM Pertamina RU III Djoko Priyono (kanan) berbincang saat meninjau Dermaga 2 Sungai Gerong sebagai Dermaga Loading dan Unloading Pertamina RU III yang baru beroperasi di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, Kamis (26/1). Pengoperasian Dermaga 2 Sungai Gerong sebagai Dermaga Loading dan Unloading Pertamina RU III untuk meningkatkan penerimaan "crude oil" dan penyaluran produk BBM melalui kapal di wilayah Sumbagsel. Pengoperasian Dermaga 2 akan meningkatkan penerimaan "crude oil" sebesar 10 persen atau setara 8.000 Barrels per hari. (ANTARA)

DATA ICW - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyerahkan 50 dokumen sebagai bukti penyimpangan dalam pengadaan kapal AHTS senilai US$ 28,4 juta di PTK. Dalam investigasinya ICW menemukan beberapa kejanggalan pada pengadaan pembelian kapal tersebut, salah satu yakni adanya keterlambatan penyerahan kapal senilai US$ 5 ribu.

Dalam kontrak pengadaan PT PTK dan PT VMS dilakukan pada 2 Febuari 2012. Kapal pertama (Trans Andalas) seharusnya diserahkan di Batam 25 Mei 2012 dan ‎kapal kedua (trans celebes) diserahkan 25 Juni 2012. Namun ternyata kedua kapal diserahkan terlambat dari jadwal tersebut, yakni diserahkan 10 Agustus 2012 dan 8 Oktober 2012.

"ICW menghitung keterlambatan penyerahan kedua kapal berdasarkan tanggal kontrak mencapai 175 hari, dengan demikian terdapat denda US$ 875 ribu yang tidak ditagih oleh PT PTK pada PT VMS," kata Koordinator Divisi Investigasi ICW, Febri Hendri, Rabu (8/2).

Denda keterlambatan kemudian dikompensasi pada penambahan peralayan kapal senilai Rp 322 juta dan US$ 2.200. Kompensasi dengan tidak diatur dalam kontrak. Kontrak ini juga tidak diamandemen sesuai dengan masalah ini. Dengan demikian PT PTK dan PT VMS membuat aturan yang tidak diatur dalam kontrak sekaligus melanggar isi kontrak.

"Direksi PT PTK memundurkan tanggal amandemen kontrak, amandemen kontrak tertanggal 3 Oktober 2012 sebelum penyerahan kapal kedua tapi sebenarnya kontrak tersebut ditandatangani pada bulan November 2012," tegas Febri.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar