- Mendagri: FPI jangan ancam Konser Lady Gaga
- Taufik buat Indonesia unggul sementara 2-1 atas Inggris
- KPK panggil Menpora terkait kasus Hambalang
- Tim DVI Polri persilakan keluarga menengok jasad korban Sukhoi
- Badan Kehormatan DPR panggil pakar Telematika periksa video syahwat politisi Senayan
- SAR temuka perangkat parasut dan ELT, Minggu malam
- Aburizal Bakrie bertemu anggota parlemen Australia
- Hamas-Fatah sepakat percepat rekonsiliasi
- 30 WN Malaysia ditahan di Indonesia karena tersangkut kasus narkoba
- Janji PM China pengaruhi bursa Asia
Rizieq: Warga Kalteng minta FPI bantu atasi konflik agraria
"Bukan kami yang ingin mendirikan FPI, tapi masyarakat yang meminta. Tidak ada masyarakat Dayak yang menolak kehadiran kami, justru meminta kami untuk dilindungi dari sengketa agraria dengan penguasa dan pengusaha," kata Ketua Umum FPI, Rizieq Shihab, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/2).
Berita terkait :
Jakarta - Masyarakat Dayak meminta Front Pembela Islam (FPI) untuk hadir di Kalimantan Tengah, guna membantu dalam sengketa agraria dengan penguasa dan pengusaha.
Sengketa lahan yang dimaksud terjadi di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. Sementara penolakan yang terjadi di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, FPI menudingnya sebagai rekayasa Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang.
"Bukan kami yang ingin mendirikan FPI, tapi masyarakat yang meminta.
Tidak ada masyarakat Dayak yang menolak kehadiran kami, justru meminta
kami untuk dilindungi dari sengketa agraria dengan penguasa dan
pengusaha," kata Ketua Umum FPI, Rizieq Shihab, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/2).
Dia menambahkan, telah melaporkan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang ke Bareskrim Mabes Polri.
Dalam laporanya Rizieq menyangkakan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, Pasal 333 KUHP perampasan kemerdekaan, Pasal 170 KUHP tentang perusakan bersama-sama serta Pasal 340 KUHP tentang percobaan pembunuhan.
"FPI akan tetap didirikan di seluruh wialayah NKRI. Bukan kami yang ingin mendirikan FPI, tapi masyarakat yang meminta," kata Rizieq.


.jpg)




Perdebatan mengenai artikel diatas diperbolehkan. Dilarang memberi komentar yang berupa iklan komersial. Komentar yang melanggar akan segera dihapus