Skip to: Content
Skip to: Site Navigation
Skip to: Search


Rizieq: Warga Kalteng minta FPI bantu atasi konflik agraria

"Bukan kami yang ingin mendirikan FPI, tapi masyarakat yang meminta. Tidak ada masyarakat Dayak yang menolak kehadiran kami, justru meminta kami untuk dilindungi dari sengketa agraria dengan penguasa dan pengusaha," kata Ketua Umum FPI, Rizieq Shihab, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/2).

Reporter : Wahyu Romadoni (wahyu@gresnews.com)
Editor : M. Achsan Atjo (atjo@gresnews.com)

Ilustrasi: timur jakarta.go.id

Jakarta - Masyarakat Dayak meminta Front Pembela Islam (FPI) untuk hadir di Kalimantan Tengah, guna membantu dalam sengketa agraria dengan penguasa dan pengusaha.

Sengketa lahan yang dimaksud terjadi di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. Sementara penolakan yang terjadi di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, FPI menudingnya sebagai rekayasa Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang.

"Bukan kami yang ingin mendirikan FPI, tapi masyarakat yang meminta. Tidak ada masyarakat Dayak yang menolak kehadiran kami, justru meminta kami untuk dilindungi dari sengketa agraria dengan penguasa dan pengusaha," kata Ketua Umum FPI, Rizieq Shihab, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/2).

Dia menambahkan, telah melaporkan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang ke Bareskrim Mabes Polri.

Dalam laporanya Rizieq menyangkakan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, Pasal 333 KUHP perampasan kemerdekaan, Pasal 170 KUHP tentang perusakan bersama-sama serta Pasal 340 KUHP tentang percobaan pembunuhan.

"FPI akan tetap didirikan di seluruh wialayah NKRI. Bukan kami yang ingin mendirikan FPI, tapi masyarakat yang meminta," kata Rizieq.

Komentar Artikel

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Become a fan! Follow us!