Pelaku dan Penyuap Pajak Saling Klaim sebagai Korban

Senin, 28 November 2016, 18:24:47 WIB - Hukum

ejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Handang Sukarno di gelandang petugas KPK ke dalam mobil tahanan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan suap penghapusan pajak negara, Selasa (22/11). (Edy Susanto/Gresnews.com)



JAKARTA, GRESNEWS.COM - Pelaku penyuapan dan penerima suap dalam kasus suap pegawai Direktorat Pajak saling mengklaim sebagai korban. Jika sebelumnya tersangka penyuapan mengklaim menjadi korban pemerasan pegawai pajak. Kini giliran tersangka penerima suap yang mengklaim sebagai korban karena disodori hadiah.

Handang Soekarno Kasubdit Bukti Permulaaan Direkorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak selaku tersangka penerima suap menolak keras jika disebut telah memeras. Ia berdalih uang sebesar Rp1,9 miliar yang diterima dari Rajesh Rajamohanan Nair, Presiden Direktur PT EK Prima Ekspor Indonesia adalah sebagai hadiah, tanpa ada paksaan sedikit pun.

'Jadi jangan salah sangka, yang dimaksud pemerasan oleh pengusaha yang disampaikan kuasa hukumnya kemarin bahwa dia diperas, apanya yang diperas? kalau memang diperas kewajibannya itu harus lebih tinggi dari nilainya,' kata pengacara Handang, Krisna Murti usai bertemu kliennya di gedung KPK, Senin (28/11).



Krisna memberi gambaran bentuk pemerasan yang dituduhkan pengacara Rajesh kepada kliennya. 'Misalkan kewajiban dia dihitung dengan denda Rp50 miliar ditambah sekian jadi Rp78 miliar. Nah kalau misalnya klien saya mengatakan itu lebih dari Rp78 miliar, itu baru terjadi pemerasan,' terangnya

Meskipun begitu, Krisna mengakui Handang memang menerima sejumlah uang dari Rajesh. Hanya lagi-lagi ia berdalih pemberian itu sebagai hadiah atas jasa yang dilakukan Handang tanpa adanya paksaan. Jumlah hadiah yang diberikan, total komitmen awal 10 persen dari nilai pajak yang dibebankan sebesar Rp78 miliar.

'Artinya Pak Handang kan yang dijanjikan kompensasi 10 persen itu, pertama kali mau dikasi di Surabaya tapi Pak Handang tidak bisa membatalkan tiket yang sudah dibelikan Pak Mohan (Rajesh). Pertemuan di Cengkareng juga tidak bisa sampai diminta datang ke rumah Pak Mohan karena Pak Mohan bilang istrinya sakit, maka dia (Handang) datang ke rumah Mohan,' tutur Krisna.

Pernyataan ini melengkapi pengakuan Rajesh melalui pengacaranya Tommy Singh jika kliennya memang memberi uang kepada Handang. Walaupun Tommy berdalih pemberian itu dilakukan secara terpaksa karena ada unsur pemerasan.

Baca selanjutnya: 1 2 3

Komentar