Sidang In Absentia untuk Tersangka Kasus Cessie Victoria

Kamis, 29 Desember 2016, 18:00:00 WIB - Hukum

Gedung Kejaksaan Agung (Edy Susanto/Gresnews.com)


JAKARTA,GRESNEWS.COM - Menjelang berakhirnya tahun 2016, kasus dugaan korupsi penjualan hak tagih utang (Cessie) PT Adyesta Ciptatama (AC) di Bank BTN pada BPPN kepada Victoria Securities International Corporation (VSIC) belum juga tuntas. Kejaksaan baru berhasil menyita lahan milik VISC di daerah Karawang seluas 1.065 hektar yang menjadi obyek sengketa.

'Tahun depan (2017) kita tuntaskan, kita masih coba kejar tiga tersangka,' kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah saat disoal tindaklanjut penyitaan lahan di Karawang, Kamis (29/12).

Lahan sita yang saat ini dalam kondisi terbengkalai akan dijadikan barang bukti dalam kasus yang telah menyeret mantan Kepala BPPN Syafruddin Temenggung dan tiga tersangka lainnya. Syafruddin sendiri telah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Sementara tiga tersangka lain, yakni Haryanto Tanudjaja (Analis Kredit BPPN), Suzana Tanojo (Komisaris PT Victoria Sekuritas Indonesia-VSI yang diduga terafiliasi dengan VSIC) dan Direksi PT VSI Rita Rosela beberapa kali mangkir panggilan pemeriksaan sebagai tersangka. Bahkan ketiganya dikabarkan tidak lagi berada di Indonesia.



Arminsyah mengatakan, pengejaran terhadap tiga tersangka terus dilakukan. Bahkan Kejagung telah meminta bantuan Interpol untuk memburu ketiga tersangka. Namun Armin mengaku tak akan berlama-lama menanti perburuan itu.

Jika perburuan terus nihil, pihaknya akan tetap membawa kasus ini ke pengadilan. 'Tim penyidik secepatnya akan menyelesaikan pemberkasan terhadap empat tersangka dan dilimpahkan ke pengadilan, kemungkinan peradilan secara in-absentia (tanpa kehadiran terdakwa),' kata mantan Kajati Jawa Timur ini.

Baca selanjutnya: 1 2

Komentar