Oknum PT Pos Berjamaah Korupsi Biaya Distribusi KPS

Selasa, 10 Januari 2017, 18:00:28 WIB - Hukum

Petugas PT Pos menscan paket yang akan dikirim di Kantor Pos Pusat Merdeka Palembang, Sumatera Selatan, Senin (2/1).(ANTARA)


BOROK PT POS – Kasus korupsi telah beberapa kali terungkap terjadi di PT Pos Indonesia. Dugaan korupsi di PT Pos Indonesia pernah terendus pada 2009, atas dugaan korupsi penggunaan anggaran tahun 2008-2009. Korupsi itu diantaranya penyelewengan dana renovasi rumah dinas wakil direktur utama sebesar Rp970 juta, biaya konsultan Jhon More Rp1,596 miliar, biaya pembuatan buku sejarah sosial politik dan ekonomi PT Pos Indonesia senilai Rp914 juta. Total negara dirugikan sebesar Rp3,3 miliar.

Pada tahun 2015 juga kembali terbongkar kasus korupsi pengadaan alat portable data terminal (PDT). Dari hasil perhitungan BPKP kerugian negara atas kasus ini ditaksir mencapai Rp9,56 miliar.

Dalam kasus ini Direktur Utama PT Pos Indonesia Budi Setiawan, karyawati PT Datindo Infonet Prima Sukianti Hartanto, Direktur PT Datindo Infonet Prima Effendy Christina, dan Muhajirin Penanggung jawab Satuan Tugas Pemeriksa dan Penerima Barang di PT Pos Indonesia Bandung telah divonis bersalah.

Pegiat anti korupsi yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Justice Watch (IJW) Akbar Hidayatullah meminta Kejaksaan Agung mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya. Penanganannya jangan tebang pilih orang tertentu saja.


"Yang terlibat harus diseret, katanya Satgassus jaksa terbaik buktikan seret pelaku utamanya," kata Akbar kepada gresnews.com.


Baca selanjutnya: 1 2

Komentar